Kubu Rasyid Rajasa Tak Lakukan Eksepsi Dakwaan Jaksa

Kompas.com - 14/02/2013, 11:25 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Sidang perdana kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi, Km 3+335, 1 Januari 2013, atas terdakwa Rasyid Amirullah Rajasa, selesai dilaksanakan. Kuasa hukum terdakwa tidak melakukan eksepsi (pembelaan) terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Oleh sebab itu, sidang tersebut pun dilanjutkan Senin (18/2/2013) depan.

"Sidang kali ini ditutup dan selanjutnya akan diagendakan Senin, 18 Februari 2013 depan," ujar Hakim Ketua, J Soeharjono, di akhir sidang yang diselenggarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (14/2/2013) pagi.

Dalam sidang yang hanya diselenggarakan sekitar 30 menit tersebut, putra Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa itu tampak tenang. Mengenakan kemeja biru bergaris hitam serta bercelana hitam, Rasyid tampak tenang menjawab semua pertanyaan ketua hakim.

"Sehat dan siap untuk jalani persidangan," jawab Rasyid saat ditanya hakim ketua mengenai kesiapan dirinya menjalani sidang.

Sidang tersebut dihadiri juga oleh ibu terdakwa, Oktiniwati, serta rekan-rekan terdakwa. Saat memasuki ruang sidang, Rasyid menempati kursi terdakwa, sementara sang ibu dan anggota keluarga lainnya langsung duduk di bangku deretan depan sambil terus memegang tasbih.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum Emilwan Ridwan hanya mencantumkan dua dari tiga dakwaan yang disangkakan polisi, yakni Pasal 310 Ayat 4 Subsider Pasal 310 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman pidana selama enam tahun penjara.

"Dakwaan kedua, Pasal 310 ayat 2 Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan," ujarnya.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

    Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

    Megapolitan
    Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

    Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

    Megapolitan
    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Megapolitan
    Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

    Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

    Megapolitan
    Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

    Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

    Megapolitan
    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Megapolitan
    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Megapolitan
    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Megapolitan
    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Megapolitan
    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

    Megapolitan
    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Megapolitan
    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Megapolitan
    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    Megapolitan
    Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

    Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

    Megapolitan
    Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

    Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X