Sidang Rasyid Rajasa Dikawal Dua Peleton Polisi

Kompas.com - 14/02/2013, 11:56 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak dua peleton aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur dikerahkan untuk mengawal persidangan Rasyid Rajasa, terdakwa kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua orang pada 1 Januari 2013 lalu. Sidang itu digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Sidang Rasyid diamankan dua peleton petugas kepolisian, sekitar 50 orang dari Polres Metro Jakarta Timur dan dari Polsek. Namun, jika dibutuhkan akan ditambah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/2/2013).

Menurutnya, selain mengerahkan personel dari Polres Metro Jakarta Timur, Satuan Lalu Lintas juga dikerahkan untuk membantu melancarkan lalu lintas di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur. "Sampai saat ini, informasi hal-hal yang mengganggu (persidangan) belum ada," ujar Rikwanto.

Adapun mengenai rencana aksi unjuk rasa yang menurut informasi akan dilangsungkan oleh sejumlah elemen mahasiswa yang menyebut diri sebagai Front Komunitas Mahasiswa Bawah Tanah (Forkombat), Rikwanto mengatakan belum menerima laporan tersebut.

Rasyid merupakan tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi arah Bogor, Km 3+335, pada 1 Januari 2013 pagi. Mobil BMW B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menghantam angkutan umum jenis Daihatsu Luxio F 1622 CY hingga dua penumpangnya, Harun (60) dan Rehan (1,5), meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.

Polda Metro Jaya menerapkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) atas kecelakaan yang terjadi di ruas Tol Jagorawi Km 3+335 itu. Pasal yang dikenakan ialah Pasal 283 tentang Mengemudi dalam Kondisi Tertentu, Pasal 287 tentang Melanggar Rambu Lalu Lintas, dan Pasal 310 mengenai Kelalaian Mengemudi yang Menyebabkan Orang Lain Meninggal.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

    Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

    Megapolitan
    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Megapolitan
    Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

    Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

    Megapolitan
    Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

    Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

    Megapolitan
    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Megapolitan
    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Megapolitan
    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Megapolitan
    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Megapolitan
    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

    Megapolitan
    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Megapolitan
    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Megapolitan
    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    Megapolitan
    Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

    Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

    Megapolitan
    Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

    Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

    Megapolitan
    Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

    Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X