Sopir Luxio: Rasyid "Ngaku" Mengantuk

Kompas.com - 18/02/2013, 12:56 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Frans Joner Sirait, sopir Daihatsu Luxio F 1622 CY yang ditabrak Rasyid Amirullah Rajasa menggunakan BMW X5 bernomor B 272 HR, mengaku sempat menghampiri Rasyid seusai peristiwa tabrakan. Saat itu, Rasyid langsung meminta maaf dan mengaku mengantuk.

"Pas tabrakan, saya langsung mendekati mobil BMW itu. Pengemudinya bilang minta maaf, saya mengantuk," ujar Frans dalam keterangannya kepada hakim saat sidang kedua di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (18/2/2013).

Di depan majelis hakim yang diketuai J Soeharjono, Frans mengungkapkan, mobil yang dikendarainya adalah mobil sewaan dengan tujuan UKI, Cawang, Jakarta Timur-Bogor, Jawa Barat. Saat kejadian, 1 Januari 2013, Frans mengangkut 10 penumpang, yakni lima di bagian belakang, empat orang di bangku tengah, dan satu orang di bangku depan.

Memasuki Tol Jagorawi, mobil yang dikendarai Frans melaju dengan kecepatan sekitar 90 km/jam di lajur paling kanan. Tiba-tiba, ia merasa mobil yang dikendarainya mengalami benturan dari arah belakang hingga mengalami oleng. Mobil tersebut pun berhenti di lajur paling kiri.

"Kira-kira 100 meter kemudian saya berhenti. Saya keluar dan melihat pintu belakang sudah terbuka langsung saya mendekati pengemudi BMW itu," tuturnya.

Berdasarkan kesaksian Frans, dari 10 orang yang terangkut di dalam mobilnya, ada lima orang yang terlempar ke luar. Lima orang tersebut adalah yang duduk di bangku belakang. Meski demikian, Frans mengaku tidak mengenal identitas mereka. Beberapa saat kemudian, ia hanya mengetahui dua dari lima orang tersebut meninggal dunia.

Hingga pukul 12.20 WIB, sidang yang diadakan di gedung Sidang Utama itu masih berlangsung. Tiga saksi yang telah diperiksa, yakni Frans Joner Sirait (sopir Luxio) serta Eman dan Enung (orangtua korban meninggal atas nama Raihan). Enung menjadi saksi terakhir yang dimintai keterangan.

Rasyid adalah tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi arah Bogor, KM 3+335, pada pada 1 Januari 2013 pagi. Mobil BMW B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menghantam angkutan umum jenis Daihatsu Luxio F 1622 CY hingga dua penumpangnya, Harun (60) dan Raihan (1,5) meninggal dunia, dan tiga lainnya luka-luka.

Polda Metro Jaya menerapkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) atas kecelakaan yang terjadi di ruas Tol Jagorawi Km 3+335. Pasal yang dikenakan Pasal 283 tentang Mengemudi dalam Kondisi Tertentu, Pasal 287 tentang Melanggar Rambu Lalu Lintas, dan Pasal 310 mengenai Kelalaian Mengemudi yang Menyebabkan Orang Lain Meninggal.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Megapolitan
    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Megapolitan
    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Megapolitan
    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

    Megapolitan
    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Megapolitan
    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Megapolitan
    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    Megapolitan
    Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

    Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

    Megapolitan
    Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

    Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

    Megapolitan
    Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

    Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

    Megapolitan
    Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

    Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

    Megapolitan
    Pulang dari Rumah Sakit, Pasien Sembuh Covid-19 Tidak Boleh Langsung Berkeliaran

    Pulang dari Rumah Sakit, Pasien Sembuh Covid-19 Tidak Boleh Langsung Berkeliaran

    Megapolitan
    Empat Anggota BNN Gadungan Sekap Remaja atas Tuduhan Narkoba, Orangtua Diperas Rp 20 Juta

    Empat Anggota BNN Gadungan Sekap Remaja atas Tuduhan Narkoba, Orangtua Diperas Rp 20 Juta

    Megapolitan
    Politisi Gerindra Nilai Ganjil Genap di Jakarta Kontra Produktif

    Politisi Gerindra Nilai Ganjil Genap di Jakarta Kontra Produktif

    Megapolitan
    Polisi Buru Kawanan yang Merampok di Warung Sembako Ciracas

    Polisi Buru Kawanan yang Merampok di Warung Sembako Ciracas

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X