Rasyid Bantah Mengaku "Ngantuk"

Kompas.com - 18/02/2013, 13:02 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi Km 3+335, Rasyid Amirullah Rajasa, membantah bahwa ia mengatakan mengantuk kepada Frans Joner Sirait, sopir Daihatsu Luxio.

"Saat itu saya tidak mengatakan mengantuk. Saat itu yang saya katakan, saya bertanggung jawab," ujar Rasyid dalam sidang mendengar keterangan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (18/2/2013) siang.

Setelah Rasyid mengungkapkan bantahannya, Ketua Majelis Hakim J Soeharjono kemudian memastikan kembali pernyataan tersebut atas saksi sopir Daihatsu Luxio, Frans Joner Sirait.

"Saya dengar seperti yang saya katakan. Ada (perkataan mengantuk) waktu itu," Frans menegaskan.

Hingga pukul 12.50 WIB, sidang yang diadakan di Gedung Sidang Utama itu masih berlangsung. Tiga saksi yang telah diperiksa adalah Frans Joner Sirait (sopir Luxio), Eman dan Enung (orangtua korban meninggal atas nama Rehan).

Sidang pun berlanjut ke saksi keempat, yakni Supriyanti, salah seorang penumpang selamat. Rasyid adalah tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi arah Bogor, KM 3+335, pada 1 Januari 2013 pagi. Mobil BMW B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menghantam angkutan umum jenis Daihatsu Luxio F 1622 CY hingga dua penumpangnya, Harun (60) dan Raihan (1,5), meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.

Polisi menerapkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal yang dikenakan yakni Pasal 283 tentang Mengemudi dalam Kondisi Tertentu, Pasal 287 tentang Melanggar Rambu Lalu Lintas, dan Pasal 310 mengenai Kelalaian Mengemudi yang Menyebabkan Orang Lain Meninggal.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

    Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

    Megapolitan
    UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

    UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

    Megapolitan
    Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

    Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

    Megapolitan
    Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

    Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

    Megapolitan
    Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

    Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

    Megapolitan
    Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

    Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

    Megapolitan
    Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

    Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

    Megapolitan
    Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

    Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

    Megapolitan
    Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

    Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

    Megapolitan
    Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

    Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

    Megapolitan
    Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

    Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

    Megapolitan
    Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

    Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

    Megapolitan
    Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

    Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

    Megapolitan
    Jubir Ralat Data, Ada Dua Pegawai PN Jakarta Barat yang Terpapar Covid-19

    Jubir Ralat Data, Ada Dua Pegawai PN Jakarta Barat yang Terpapar Covid-19

    Megapolitan
    Sepasang Lansia di Warakas Ditemukan Tewas di Dalam Rumah yang Terkunci

    Sepasang Lansia di Warakas Ditemukan Tewas di Dalam Rumah yang Terkunci

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X