Kompas.com - 18/02/2013, 14:34 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sangat prihatin atas meninggalnya bayi bernama Dera Nur Anggraini pada Sabtu (16/2/2013). Apalagi saat ia mengetahui meninggalnya Dera disebabkan penolakan oleh delapan rumah sakit. Dera meninggal akibat mengalami kelainan di kerongkongan

Rumah sakit-rumah sakit itu menolak dengan alasan tidak ada kamar dan orangtua Dera tidak sanggup membayar uang muka rumah sakit sebesar Rp 15 juta. Padahal, orangtua bayi tersebut telah membawa Kartu Jakarta Sehat yang telah diluncurkan Pemprov DKI.

Pria yang akrab disapa Ahok itu menilai penolakan tersebut terjadi karena persoalan kapasitas ruang inap kelas III rumah sakit yang ada di Jakarta tidak mencukupi sehingga sering kali ruang rawat inap kelas III penuh dan terjadi penolakan pasien.

"Makanya, saya sudah bilang kepada Kepala Dinas Kesehatan DKI untuk siapa pun mereka yang membangun RS, kita akan berikan kebebasan. Asal mereka bisa kasih kita sebanyak 60 sampai 75 persen untuk ruang rawat inap kelas III," ujar Basuki, di Balaikota Jakarta, Senin (18/2/2013).

Selain itu, Pemprov DKI juga bersedia untuk menghibahkan alat kesehatan pendukung bernilai miliaran rupiah kepada pihak RS. Dengan demikian, penanganan kesehatan bagi warga miskin tetap optimal dengan mendapatkan peralatan kesehatan lengkap.

"Walaupun undang-undang mengatur 25 persen untuk kelas III, tapi kami maunya 75 persen di kelas III," katanya.

Selain itu, menurut Basuki, tingkat kemiskinan di Jakarta masih termasuk tinggi. Jadi, situasi tersebut menuntut untuk diperbanyaknya ruang rawat inap kelas III karena terjangkau biayanya. Oleh karena itu, Basuki akan mendorong pihak swasta untuk memperbanyak ruang rawat inap kelas III.

"Nanti kami bantu koefisien luas bangunan (KLB) berapa tingginya, kami pasti bantu asal kelas ruang rawat inap kelas III-nya di atas 60-75 persen," ujar Basuki.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang bayi yang baru berumur empat hari, Dera Nur Anggraini, yang telah didiagnosis mengalami gangguan pernapasan meninggal dunia. Ia terlahir secara prematur dan beratnya hanya 1 kilogram. Dalam proses pengobatannya, Dera sudah ditolak ke RSCM, RS Harapan Kita, RSPP, RS Fatmawati, dan RS Budi Asih. Alasannya karena tidak ada peralatan dan kamar kelas III sudah penuh. Keluarga Dera pun telah menggunakan Kartu Jakarta Sehat (KJS), tetapi tetap ditolak dan untuk pembiayaan operasi di rumah sakit swasta dikenakan uang muka Rp 12 juta sampai Rp 15 juta.

Berita terkait, baca:

100 HARI JOKOWI-BASUKI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.