Kompas.com - 19/02/2013, 14:03 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dien Emawati mengatakan, Dera Nur Anggraini ditolak rumah sakit bukan karena dia pengguna Kartu Jakarta Sehat (KJS). Namun, rumah sakit memiliki keterbatasan ruang neonatal intensive care unit (NICU).

Menurut Dien, setiap rumah sakit sudah memiliki peraturan tidak boleh menolak pasien gawat darurat. Apalagi, Dera merupakan pasien dengan tanggungan dari KJS.

"Tidak ada hubungan ditolak dengan KJS karena ada rujukan dari Puskesmas Pasar Mingggu sudah menggunakan KJS. Dia masyarakat Jakarta yang bisa dibuktikan dengan KTP dan KK DKI sehingga aspek pembiayaan tidak ada masalah," kata Dien dalam jumpa pers di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2013).

Selain itu, Dien juga membantah adanya rumah sakit meminta uang muka dalam penanganan terhadap Dera. "Dari delapan rumah sakit, tidak ada yang meminta uang muka karena dalam keadaan darurat tidak bisa meminta uang muka," ujar Dien.

Dien juga menegaskan bahwa bayi dari pasangan Eliyas Setia Nugroho dan Elisa Darawati itu tidak pernah keluar dari perawatan di RS Zahira, Jagakarsa. "Ini harus clear, bayi Dera tidak pernah meninggalkan RS Zahira. Tidak pernah ke mana-mana untuk dibawa orangtuanya mencari rumah sakit," kata Dien.

Hal ini, menurut dia, sekaligus meluruskan adanya informasi bahwa Dera dibawa oleh keluarga ke beberapa rumah sakit. Dien mengatakan, Dera tetap menjalani perawatan di RS Zahira meskipun keluarga juga ada yang berusaha mencari rumah sakit yang memiliki fasilitas NICU.

"Delapan rumah sakit itu ditelepon dari RS Zahira dan hanya keluarganya yang mendatangi rumah sakit untuk mencari fasilitas NICU," ujar Dien.

Keluarga Dera sempat mendatangai delapan rumah sakit, di antaranya RS Fatmawati, RSCM, RS Harapan Kita, RS Pasar Rebo, Budi Asih, dan RSPP (Pertamina). Namun, ruangan NICU sedang penuh dan peralatan tidak memadai.

Dera meninggal dunia pada Sabtu karena tak sempat mendapatkan perawatan dengan peralatan kesehatan memadai untuk bayi lahir prematur dan mengalami kelainan tenggorokan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.