Merasa Terancam, Keluarga Korban Sodomi Terpaksa Mengungsi

Kompas.com - 25/02/2013, 21:40 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Nasib yang kurang mengenakkan ini menimpa keluarga F, bocah lima tahun korban sodomi di Ciracas, Jakarta Timur, oleh oknum anggota Brimob berinisial EK dan rekannya kuli bangunan berinisial IS beberapa waktu lalu. Setelah menelan pil pahit mendapati sang putra menjadi korban kekerasan seksual, keluarga kecil itu pun terusir dari lingkungan tetangga yang notabene merupakan keluarga besar tersangka.

Hal itu disampaikan sang ibu, MH, saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/2/2013) sore. "Sejak hari ini kami mengungsi ke rumah keluarga di Jakarta Barat, kami takut sama keluarganya si pelaku," ujar MH dengan nada gelisah.

Keluarga yang dimaksud MH adalah keluarga dari salah satu tersangka, yakni Bripka EK. Pria yang diketahui pernah menjadi ajudan seorang jenderal di Mabes Polri itu memiliki latar belakang keluarga besar yang banyak bermukim di sekitar kediaman korban.

MH mengatakan, sejak peristiwa itu terungkap, keluarga tersangka kerap meneror keluarganya dengan berbagai tudingan. MH menuturkan, salah satu dari bentuk teror itu adalah tekanan dari salah satu keluarga tersangka yang menjadi Ketua RT setempat. Ketua RT kerabat tersangka tersebut menuding laporan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan EK adalah laporan palsu. Oleh sebab itu, keluarga tersangka menuduh MH mencemarkan nama baik EK dengan fitnah.

"Katanya, warga sekitar resah karena kalau sudah terjadi fitnah, mereka lepas tangan jika warga lainnya ikut turun tangan," ujarnya.

Ketakutan keluarga korban cukup beralasan. Selain mendapat teror, MH sekeluarga juga tergolong warga pendatang. Mereka baru menetap di sana sekitar tiga setengah bulan yang lalu. Keluarga korban yang belum paham akan situasi dan kondisi lingkungannya pun khawatir teror keluarga pelaku menjadi kenyataan di kemudian hari.

Adanya teror yang mengakibatkan keluarga korban terpaksa mengungsi itu telah dilaporkan ke Komisi Nasional Perlindungan Anak. MH berharap, keluarganya tak lagi menjadi korban untuk kedua kalinya setelah aib yang menimpa putra satu-satunya tersebut.

Terkuaknya kasus sodomi terhadap F tersebut bermula dari pengakuan korban kepada orangtua bahwa korban kerap mengalami sakit di bagian bokong saat buang air besar. Orangtua yang curiga pun mendesak korban untuk mengakui kejadian yang menimpanya. Terbukti, korban menunjuk EK dan S sebagai pelaku perbuatan bejat tersebut.

Orangtua bocah itu melaporkan ke PPA Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (21/2/2013). Setelah melakukan visum, polisi dibantu provost pun menangkap dua orang tersangka dari rumah masing-masing tanpa perlawanan berarti.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Megapolitan
4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

Megapolitan
Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Megapolitan
Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Megapolitan
Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Megapolitan
UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Megapolitan
Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Megapolitan
Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Megapolitan
Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Megapolitan
Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Megapolitan
Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Megapolitan
7 Pemudik Lolos Tanpa SIKM, Dishub Perketat Check Point di Jakarta Selatan

7 Pemudik Lolos Tanpa SIKM, Dishub Perketat Check Point di Jakarta Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X