Kompas.com - 26/02/2013, 16:58 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian menanggapi perbedaan hasil visum yang dikeluarkan rumah sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur dan RSCM dalam kasus bocah berinisial F yang menjadi korban sodomi. Polisi mengatakan, hal tersebut disebabkan pemeriksaan ditangani dokter yang bukan bidangnya.

"Hasil visum dikerjakan dokter yang bukan bidangnya. Harusnya ada dokter forensik, jadi tidak mendalam pemeriksaannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/2/2013).

Menurut Rikwanto, pemeriksaan visum di RS Polri memang atas permintaan Polres Jakarta Timur yang menangani kasus tersebut. Terkait kejadian itu, pihaknya mengatakan melakukan pemeriksaan internal terhadap dokter yang bersangkutan.

"Secara internal dari rumah sakit melakukan itu ya (pemeriksaan)," ujar Rikwanto.

Sementara terhadap dua pelaku berinisial E dan I yang satu di antaranya merupakan anggota kepolisian dari satuan Brimob di Mabes Polri, saat  pelaku sudah ditahan di Mapolres Metro Jakarta Timur. Keduanya saat ini udah jadi tersangka.

"Berdasarkan visum dari rumah sakit, dan juga dari penyidik sudah cukup menyimpulkan untuk dilakukan penahanan dan proses hukum terhadap keduanya," jelas Rikwanto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X