Diam-diam, Jokowi Siapkan Pantai Gratis

Kompas.com - 26/02/2013, 21:12 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diam-diam memiliki rencana untuk membuat pantai publik di Jakarta. Hal itu terungkap setelah Jokowi melontarkan jawaban terkait ditolaknya gugatan warga yang meminta digratiskannya Pantai Ancol.

"Sudah disampaikan ke Dewan (DPRD), tapi masih rahasia, karena masih pembebasan lahan. Kalau kita sebutkan, nanti nilai tanahnya melonjak, tidak jadi nanti," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (26/2/2013).

Menurut Jokowi, persoalan menuntut penggratisan Pantai Ancol itu cukup rumit. Ia menilai ada potensi kerugian yang akan dialami oleh pihak pengelola bila pantai tersebut benar-benar disediakan untuk warga secara cuma-cuma. Untuk itu, ia lebih memilih membangun pantai baru untuk publik agar dapat dimanfaatkan warga tanpa dipungut biaya.

"Masalah pantai di Ancol kenapa harus sampai gugat-menggugat? Daripada ramai-ramai, buat saja sendiri. Sudahlah, nanti kita buat pantai yang lain. Serius, ini masih disiapin. Lebih bagus, gratis," ujarnya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menolak gugatan warga tentang memasuki kawasan Ancol secara cuma-cuma. Majelis hakim menilai bukti yang diajukan penggugat tidak dapat memenuhi materi gugatan. Hakim juga menilai tidak ada peraturan yang dilanggar oleh tergugat, yakni pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Pembangunan Jaya Ancol serta PT Impian Jaya Ancol selaku pengelola Ancol.

Perkara tentang biaya masuk kawasan Ancol untuk menikmati pantai dengan gratis ini berawal dari gugatan tiga warga, yakni Ahmad Taufik, Abdul Malik Damrah, dan Bina Bektiati, terhadap pengelola Pantai Ancol sebagai tergugat I, Pemprov DKI sebagai tergugat II dan PT Pembangunan Jaya Ancol sebagai tergugat III. Mereka menuntut agar tarif masuk Ancol dihapuskan karena pantai merupakan tempat umum yang boleh diakses siapa saja.

GM Legal Officer PT Pembangunan Jaya Ancol Sunutomo menyatakan bahwa 72 persen saham Pantai Ancol merupakan milik Pemda DKI Jakarta dan 10 persen milik publik. Dengan begitu, ia menilai pihaknya tidak mungkin melakukan pelanggaran undang-undang.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Berkurang, Kini 4.078 Orang

    UPDATE: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Berkurang, Kini 4.078 Orang

    Megapolitan
    5 GOR dan Gedung Kesenian di Jakpus Siap Tampung Pasien Covid-19

    5 GOR dan Gedung Kesenian di Jakpus Siap Tampung Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

    Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

    Megapolitan
    Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

    Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

    Megapolitan
    Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

    Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

    Megapolitan
    3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

    3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

    Megapolitan
    RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

    RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

    Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

    Megapolitan
    Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

    Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

    Megapolitan
    Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

    Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

    Megapolitan
    KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

    KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

    Megapolitan
    Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

    Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

    Megapolitan
    Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

    Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

    Megapolitan
    Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

    Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

    Megapolitan
    Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

    Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X