Polisi Belum Temukan Korban Lain Kasus Sodomi

Kompas.com - 28/02/2013, 08:34 WIB
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto menegaskan, polisi mengembangkan kasus sodomi oknum polisi, Briptu EK dan S terhadap F, bocah lima tahun di Jakarta Timur. Hasilnya, Kepolisian belum menemukan korban lain.

"Kita sudah sounding ke lingkungan, rekan-rekan tersangka di kampungnya. Sementara ini belum ada indikasi ke arah sana," ujar Rikwanto kepada wartawan di Markas Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur, Rabu (27/2/2013) malam.

Meski demikian, lanjut Rikwanto, Kepolisian tetap melakukan pengembangan atas dugaan adanya korban selain F tersebut. Salah satunya yakni dengan proses pemeriksaan psikologis terhadap Briptu EK dan S yang sesuai rencana dilaksanakan, Kamis (28/2/2013).

"Akan didalami melalui pemeriksaan psikologis. Apakah nanti ada kecenderungan tertentu, pasti didapatkan hasilnya," lanjut Rikwanto.

Sebelumnya, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mencurigai bahwa korban sodomi Briptu EK dan rekannya, S, lebih dari satu. Hal itu berdasarkan beberapa temuan. Mulai dari pernyataan polisi yang mengatakan pelaku mengalami disorientasi seksual hingga latar belakang pelaku yang kerap main dengan anak-anak yang ada di sekitar kediamannya.

"Bisa saja. Jika polisi sudah bilang begitu, berarti (korban lebih dari satu) sangat memungkinkan," tegas Arist beberapa waktu yang lalu.

Briptu EK adalah oknum Brimob yang bertugas di wilayah Polda Metro Jaya. Adapun S, sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan. Keduanya menjadi tersangka kasus sodomi terhadap bocah tujuh tahun berinisial F di Ciracas, Jakarta Timur.

Terkuaknya kasus itu bermula dari pengakuan F kepada orangtua bahwa ia kerap mengalami sakit saat buang air besar. Orangtua yang curiga mendesak F untuk mengakui kejadian yang menimpanya. Korban lalu menunjuk EK dan S sebagai pelaku perbuatan bejat tersebut.

Orangtua bocah itu melaporkan ke PPA Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (21/2/2013) dan F kemudiann menjalani visum di RS Polri Bhayangkara Raden Said Sukamto. Namun, hasil visum menunjukan F negatif korban kekerasan seksual. Keesokan harinya, korban direkomendasikan visum ulang di RSCM dan hasilnya F positif jadi korban sodomi.

Unit I Resmob Polres Metro Jakarta Timur pun menangkap dua orang tersangka dari rumah masing-masing tanpa perlawanan yang berarti. Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tren Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Selama Mei, Grafik Masih Naik Turun

Tren Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Selama Mei, Grafik Masih Naik Turun

Megapolitan
Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Megapolitan
4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

Megapolitan
Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Megapolitan
Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Megapolitan
Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Megapolitan
UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Megapolitan
Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Megapolitan
Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Megapolitan
Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Megapolitan
Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Megapolitan
Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X