Kompas.com - 28/02/2013, 21:22 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta akan menghentikan bantuan makanan kepada warga di rumah susun sewa sederhana di Marunda, Jakarta Utara. Hal ini dilakukan agar warga dapat mandiri dan tidak hanya bertumpu pada bantuan.

Bantuan itu diberikan kepada warga yang menjadi korban banjir di Muara Baru, Pluit, dan Marunda pada bulan lalu. Mereka kemudian pindah ke Rusunawa Marunda dan mendapatkan sejumlah fasilitas dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selama satu bulan terakhir, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan bantuan nasi bungkus kepada warga korban banjir yang tinggal di Rusunawa Marunda.

Kini bantuan itu telah dibatasi. Saat ini, Pemprov DKI hanya memberikan bahan makanan mentah berupa beras, lauk-pauk mentah, dan mi instan. Warga diminta memasak sendiri dengan menggunakan kompor gas yang telah diberikan secara cuma-cuma kepada penghuni rusun.

Hal itu dimaksudkan agar warga menjadi mandiri. Selain itu, pembatasan bantuan juga ditujukan untuk menghidupkan usaha kecil menengah (UKM) yang telah dibangun di sana.

"Kalau enggak mandiri, susah nanti. Benar itu kata Pak Wakil Gubernur. (Bantuan) itu memang ada batas waktu setelah bencana. Kami, kan, sudah sediakan fasilitas lengkap dan bahan makanan mentah. Kami juga ingin menghidupkan UKM di sana dan kami sudah sosialisasikan hal itu," kata Kepala Dinas Sosial DKI Kian Kelana di Balaikota Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Ia mengatakan, Dinas Sosial DKI akan terus mendampingi warga Rusun Marunda hingga situasinya berangsur normal. Pendampingan itu akan dilakukan hingga satu bulan mendatang.

Secara terpisah, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara Ika Lestari mengatakan, pemerintah daerah melalui beberapa instansi telah membagikan 460 kompor untuk 460 penghuni baru Rusunawa Marunda. Waktu satu bulan diharapkan cukup bagi para korban banjir itu beradaptasi di lingkungan baru.

Sejak dapur umum dibuka pada Jumat (25/1/2013), kata Ika, petugas Dinas Sosial DKI Jakarta dan Suku Dinas Sosial Jakarta Utara membagikan 800-1.000 nasi bungkus setiap hari. Jumlah nasi bungkus yang dibagi pada Sabtu dan Minggu lebih dari 1.000 bungkus karena ada saudara yang berkunjung ke Marunda.

"Kami tak lepas begitu saja. Pada tahap awal, petugas akan mendampingi warga sampai benar-benar bisa mandiri. Pemerintah membekali keterampilan, membantu modal, dan menyalurkan keinginan untuk bekerja di pabrik-pabrik di sekitar Rusunawa Marunda," kata Ika.

Selain melengkapi sarana dasar listrik dan air, Pemerintah DKI Jakarta juga membuka lokasi usaha dagang skala kecil di lantai dasar Rusunawa Marunda, memberikan pelatihan, dan modal usaha. Langkah ini diharapkan menggerakkan ekonomi kawasan Marunda menjadi lebih mandiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.