Korban Mutilasi Tol Cikampek Bukan Anak Hilang

Kompas.com - 06/03/2013, 13:45 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Emilia Kilikili (37), warga Jakarta Timur yang kehilangan anaknya bernama Ayuna Safitri (16), mendatangi RSCM terkait adanya laporan korban mutilasi yang ditemukan di Tol Cikampek, Selasa (5/3/2013) pagi. Berdasarkan pemeriksaan ciri-ciri fisik, pihak kepolisian menyatakan korban mutilasi bukan merupakan anak yang hilang tersebut.

"Ada kemarin satu orang ibu merasa kehilangan putrinya dan sudah diterima petugas RSCM. Namun, dari identifikasi yang didapat, itu bukan keluarganya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/3/2013).

Rikwanto mengatakan, perbedaan tersebut juga terdapat pada ciri khusus pada tubuh korban mutilasi dengan Ayuna yang hilang. Untuk itu, kepolisian mengatakan, korban mutilasi tidak memiliki ciri kesamaan fisik dengan anak yang dilaporkan hilang tersebut.

"Yang hilang ada tahi lalat di bibir, sementara yang ditemukan jenazah korban mutilasi ini ada tahi lalatnya di dagu," jelas Rikwanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, Emilia mendatangi kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk melihat kesamaan potongan tubuh perempuan korban mutilasi tersebut apakah memiliki kesamaan dengan putri pertamanya Ayuna Safitri. Emilia mengatakan, Ayuna hilang sejak Rabu (20/2/2013) siang.

Emilia kemudian melaporkan kejadian hilangnya Ayuna ke Mapolda Metro Jaya, Minggu (24/2/2013). Namun, hingga saat ini, dia belum mendapatkan titik terang keberadaan anaknya.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbuck yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbuck yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Megapolitan
    Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

    Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

    Megapolitan
    Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

    Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

    Megapolitan
    Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

    Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

    Megapolitan
    Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

    Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

    Megapolitan
    Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Megapolitan
    19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

    19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

    Megapolitan
    Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

    Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

    Megapolitan
    Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

    Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

    Megapolitan
    265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

    265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

    Megapolitan
    Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

    Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

    Megapolitan
    KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

    KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

    Megapolitan
    Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

    Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

    Megapolitan
    Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

    Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

    Megapolitan
    KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

    KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X