Jokowi Beri Arahan kepada Warga Rusun Marunda

Kompas.com - 06/03/2013, 16:30 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali mendatangi Rumah Susun Marunda, Jakarta Utara, Rabu (6/3/2013). Kali ini Jokowi datang khusus untuk memberikan arahan kepada 250 warga Rusun Marunda yang akan bekerja di PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 16.10 WIB. Setibanya di sana, ratusan warga telah menunggu di pelataran rusun. Acara dibuka dengan sambutan Direktur Utama PT KBN HM Sattar Taba. Ia menyambut baik penyaluran tenaga kerja dari Rusun Marunda ini.

"Ini sangat baik, 100 orang akan kita tempatkan di Marunda dan 150 di Cakung," kata Sattar dalam sambutannya.

Selanjutnya, giliran Jokowi yang ambil bagian. Semua warga dengan tertib mendengarkan arahan mantan Wali Kota Surakarta itu. Jokowi memulai arahannya dengan kilas balik ke awal relokasi warga saat masih menjadi korban banjir pada medio Januari 2013.

"Ingat enggak, dulu waktu banjir mau direlokasi pada menolak. Setelah dikasih lemari, dikasih kasur, baru mau. Sekarang diberi pekerjaan juga, enak enggak?" kata Jokowi. Jokowi juga meminta warga yang disalurkan bekerja di PT KBN untuk disiplin.

Sampai berita ini diturunkan, Jokowi masih berada di lokasi dan acara masih berlangsung. "Kalau masuk jam 07.30, datang sebelumnya, tepat waktu, jangan malas," ujarnya.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

    Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

    Megapolitan
    Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

    Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

    Megapolitan
    KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

    KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

    Megapolitan
    Jakarta Internasional Stadium Gunakan Rumput Hybrid Impor Untuk Tiga Lapangan

    Jakarta Internasional Stadium Gunakan Rumput Hybrid Impor Untuk Tiga Lapangan

    Megapolitan
    Jakarta International Stadium Hanya Sediakan Parkir untuk 1.500 Kendaraan, Apa Alasannya?

    Jakarta International Stadium Hanya Sediakan Parkir untuk 1.500 Kendaraan, Apa Alasannya?

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Kelompok Pencopet Ponsel Saat Konser Musik

    Polisi Tangkap Kelompok Pencopet Ponsel Saat Konser Musik

    Megapolitan
    LPSK Beri Perlindungan Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri di Tangsel

    LPSK Beri Perlindungan Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri di Tangsel

    Megapolitan
    Pemprov DKI Sebut Sepeda yang Melintas di Badan Jalan Tidak Kena Sanksi

    Pemprov DKI Sebut Sepeda yang Melintas di Badan Jalan Tidak Kena Sanksi

    Megapolitan
    Setelah Uji Publik, LRT Jakarta Targetkan 7.000 Penumpang per Hari

    Setelah Uji Publik, LRT Jakarta Targetkan 7.000 Penumpang per Hari

    Megapolitan
    Jakarta International Stadium Akan Dilengkapi Fasilitas Bungee Jumping

    Jakarta International Stadium Akan Dilengkapi Fasilitas Bungee Jumping

    Megapolitan
    Tersangka Penyiraman Air Keras Racik Larutan Soda Api Sambil Ngopi di Samping Polsek

    Tersangka Penyiraman Air Keras Racik Larutan Soda Api Sambil Ngopi di Samping Polsek

    Megapolitan
    Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Akan Dipecat karena Konsumsi Narkoba

    Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Akan Dipecat karena Konsumsi Narkoba

    Megapolitan
    Tahun Depan, KRL Ditargetkan Hanya Terjadi 50 Kali Gangguan

    Tahun Depan, KRL Ditargetkan Hanya Terjadi 50 Kali Gangguan

    Megapolitan
    Bocah Berkebutuhan Khusus Tewas Terbakar karena Dipasung, F-PSI: Dinsos Semestinya Tak Lepas Tangan

    Bocah Berkebutuhan Khusus Tewas Terbakar karena Dipasung, F-PSI: Dinsos Semestinya Tak Lepas Tangan

    Megapolitan
    LRT Jakarta Ditargetkan Sudah Sampai Jakarta International Stadium pada 2022

    LRT Jakarta Ditargetkan Sudah Sampai Jakarta International Stadium pada 2022

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X