Mencari Anak Hilang, Khawatir Korban Mutilasi

Kompas.com - 06/03/2013, 19:46 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan hanya warga Jakarta dan sekitarnya yang berupaya mencari tahu apakah korban mutilasi adalah anggota keluarga mereka yang hilang. Salah satu keluarga dari Jambi pun rela ke Jakarta demi memastikan bahwa korban mutilasi yang dibuang di Tol Cikampek bukan anak mereka.

Mereka adalah keluarga Mega Wani Agus Putri (21), yang hilang sejak sebulan lalu. Sanak keluarga yang ada di Jakarta, yakni Tomi Nasution (35) dan Bambang Sutisna (50) langsung ke Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/3/2013) untuk mencari tahu identitas korban mutilasi.

"Informasinya dibawa oleh TS (Teguh Sujatmiko-red). Di Jambi itu dia TO (Target Operasi) kasus penipuan. Kalau buat laporan hilangnya (Mega Wani Agus Putri) sudah Jambi. Kalau memang bukan dia (TS), tolong dicari," ujar Tomi.

Tomi mengatakan, saat ini orangtua Mega sudah tiba di bandara untuk melihat korban mutilasi.

Menanggapi adanya laporan kehilangan tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pencocokkan identitas antara pihak keluarga dengan korban mutilasi di RSCM.

"Di RSCM di sana langsung bisa (dicocokkan). Jadi prosedur konfirmasi sesuai dengan kata ketua tim forensik bukan berarti datang melihat saja, jadi nanti mengisi data identitas seperti blanko, di situ ada golongan darah, dan lainnya," ujar Rikwanto.

Untuk sementara, kata Rikwanto, laporan tersebut akan diteruskan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, pada bagian Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, untuk ditindaklanjuti.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Edarkan Narkoba, 24 Orang Ditangkap Polisi di Bogor

    Edarkan Narkoba, 24 Orang Ditangkap Polisi di Bogor

    Megapolitan
    Petugas Kebersihan Stasiun Temukan Uang Rp 500 Juta di Plastik, Dikembalikan ke Pemiliknya

    Petugas Kebersihan Stasiun Temukan Uang Rp 500 Juta di Plastik, Dikembalikan ke Pemiliknya

    Megapolitan
    Diizinkan Angkut Penumpang, Grab di Bekasi Pasang Partisi Plastik di Setiap Armada

    Diizinkan Angkut Penumpang, Grab di Bekasi Pasang Partisi Plastik di Setiap Armada

    Megapolitan
    MRT Jakarta Bantah Tanah Galian Proyeknya untuk Reklamasi Ancol

    MRT Jakarta Bantah Tanah Galian Proyeknya untuk Reklamasi Ancol

    Megapolitan
    Pemkot Tangsel Belum Izinkan Bioskop Beroperasi Kembali 29 Juli 2020

    Pemkot Tangsel Belum Izinkan Bioskop Beroperasi Kembali 29 Juli 2020

    Megapolitan
    Polisi Dalami Upaya Penculikan Anak di Depok, Modusnya Bekap Pakai Tisu

    Polisi Dalami Upaya Penculikan Anak di Depok, Modusnya Bekap Pakai Tisu

    Megapolitan
    Tes Urine dan Rambut Negatif Narkoba, Ridho Ilahi Tetap Diproses Hukum Terkait Kepemilikan Sabu

    Tes Urine dan Rambut Negatif Narkoba, Ridho Ilahi Tetap Diproses Hukum Terkait Kepemilikan Sabu

    Megapolitan
    Klarifikasi Pemprov DKI: Perluasan Ancol Dilakukan di Pulau L

    Klarifikasi Pemprov DKI: Perluasan Ancol Dilakukan di Pulau L

    Megapolitan
    UPDATE 9 Juli: Bertambah 10 Kasus, Total 298 Kasus Positif di Kabupaten Bekasi

    UPDATE 9 Juli: Bertambah 10 Kasus, Total 298 Kasus Positif di Kabupaten Bekasi

    Megapolitan
    Curi 46 Motor, Dua Residivis Ditangkap Lagi di Depok

    Curi 46 Motor, Dua Residivis Ditangkap Lagi di Depok

    Megapolitan
    Penerbangan Meningkat, Lion Air Pekerjakan Kembali 2.600 Karyawan

    Penerbangan Meningkat, Lion Air Pekerjakan Kembali 2.600 Karyawan

    Megapolitan
    UPDATE 8 Juli: Tambah 10 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 16 Pasien Masih Dirawat

    UPDATE 8 Juli: Tambah 10 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 16 Pasien Masih Dirawat

    Megapolitan
    Gempa Lebak Tempo Hari dan Pelajaran buat Jakarta

    Gempa Lebak Tempo Hari dan Pelajaran buat Jakarta

    Megapolitan
    Ojek Online Resmi Diizinkan Angkut Penumpang di Bekasi, Ini Protokol yang Wajib Dipatuhi

    Ojek Online Resmi Diizinkan Angkut Penumpang di Bekasi, Ini Protokol yang Wajib Dipatuhi

    Megapolitan
    Bertambah 344 Kasus Covid-19 di Jakarta, Lonjakan Tertinggi Sejak Kasus Perdana

    Bertambah 344 Kasus Covid-19 di Jakarta, Lonjakan Tertinggi Sejak Kasus Perdana

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X