Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/03/2013, 18:26 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan pengacara Novi Amelia, Chris Sam Siwu, mundur sebagai tim kuasa hukumnya karena merasa kecewa dengan perilaku Novi. Chris mengatakan, terdakwa kasus kecelakaan mobil di Jakarta Barat itu masih saja membandel dengan bergaul di lingkungan yang tidak baik saat persidangan belum dilakukan.

"Saya kecewa karena Novi masih saja berada di lingkungan yang tidak baik. Dia masih suka keluar malam, padahal perkara ini kan erat dengan narkoba. Makanya, saya minta dia jauhin yang bisa memberatkan dalam persidangan," kata Chris dalam jumpa persnya di Mal Citraland, Grogol, Jakarta Barat, Kamis (7/3/2013).

Chris mengatakan, dirinya memutuskan mundur karena Novi tidak bisa diberitahu. Ia mengaku telah menyarankan kepada kliennya untuk menjauhi lingkungan buruk demi memperlancar pembelaannya saat di persidangan. "Dia masih suka datang ke tempat hiburan malam. Saya kan takut dia terpengaruh dengan teman-temannya. Apalagi tempat hiburan malam itu juga sering digunakan sebagai tempat transaksi narkoba," katanya.

Walaupun sudah mundur, kata Chris, 90 persen kasus Novi sudah selesai dilaksanakan. Dia mengklaim dirinya tidak menelantarkan Novi dalam kasus tersebut. Pasal yang ditetapkan juga hanya pasal 310 KUHP Ayat 2 dengan ancaman kurungan penjara paling lama satu tahun.

Chris mengatakan, dengan tuntutan jaksa yang hanya menggunakan pasal kecelakaan lalu lintas, perkara Novi sudah bagus. Dia tidak dikenai pasal penggunaan narkoba, padahal sudah positif menggunakan amfetamin.

Sebelumnya, kasus penabrakan yang dilakukan oleh Novi Amelia sudah selesai tahap pemberkasannya atau P21. Saat ini pihak Novi masih menunggu pemberkasan tahap kedua dengan menghadirkan saksi dan bukti supaya kasus tersebut bisa dipersidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.