Kompas.com - 08/03/2013, 22:58 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Hercules Rozario Marcal mengatakan, penangkapan dia beserta 50 anak buahnya bukan karena ada konflik antara kelompoknya dan petugas kepolisian. Menurut dia, keributan di pertokoan Tjakra Multi Strategi terjadi karena ada provokasi dari pengembang.

"Ada pihak manajemen, Ibu Sandra lambai-lambaikan tangan, kayak mau ngatur-ngatur gitu," kata Hercules di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/3/2013). Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) ini pun mengatakan sudah mendapat informasi dari Kapolsek Kebon Jeruk bahwa petugas kepolisian akan mengadakan apel di ruko tersebut.

Hercules mengaku tidak keberatan dengan apel itu lantaran sudah biasa bekerja sama dengan petugas kepolisian. Namun, ia murka melihat provokasi dari manajemen PT Tjakra selaku pengembang ruko.

Penasihat hukum Hercules, Joao Meco, menyatakan wajar jika kemarahan tokoh pemuda Timor Leste itu tersulut. Pasalnya, sejak awal pembangunan ruko sudah muncul penolakan dari warga kompleks Perumahan Kebon Jeruk Indah.

Penolakan terjadi lantaran keberadaan ruko menutup satu-satunya akses jalan menuju kompleks perumahan tersebut. "Jadi, persoalan awalnya adalah fasos/fasum. Bagaimana mungkin Pemkot Jakarta Barat memberi izin pengembang baru menutup akses ke perumahan yang dibangun pengembang lama. Inilah yang diprotes Hercules dan warga," kata Joao.

Kehadiran petugas kepolisian di lokasi ruko membuat pengembang merasa di atas angin. Karena itulah, kemudian muncul isyarat yang ditafsirkan Hercules sebagai tanda kemenangan dan melecehkan dirinya. Hercules mengakui setelah melihat isyarat tersebut, ia yang sedang dalam perjalanan ke rumah langsung berbalik dan mendatangi perempuan yang bernama Sandra itu.

Kemarahan Hercules terhadap pengembang diluapkan dengan memaki-maki perempuan itu. Melihat bosnya naik pitam, beberapa pengawal Hercules ikut marah dengan membawa senjata tajam dan menghancurkan kaca-kaca ruko. Petugas kepolisian yang berada di dekat lokasi langsung berupaya meredakan situasi. Namun, dari arah rumah Hercules datang rombongan anak buahnya yang hendak memberikan perlawanan.

Petugas pun kemudian melakukan penahanan terhadap Hercules bersama 50 orang anak buahnya. Saat ini, Hercules bersama sekitar 20 orang pengikutnya telah dipindahkan dari ruang Direktorat Kriminal Umum ke ruang Sub Direktorat Resmob Ditkrimum. "Hanya dipisahkan saja untuk proses pemeriksaan," kata salah seorang petugas Ditkrimum saat mengawal pemindahan Hercules dan anak buahnya.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Kelompok Hercules Ditangkap

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.