Uji Publik Penentu PNS Lolos Lelang Jabatan - Kompas.com

Uji Publik Penentu PNS Lolos Lelang Jabatan

Kompas.com - 09/03/2013, 07:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sistem lelang jabatan atau yang kini dikenal dengan Seleksi dan Promosi Jabatan Terbuka siap dilaksanakan. Syarat dan regulasi telah ditentukan. Penentunya adalah uji publik.

"Uji publik menentukan terpilih atau tidaknya. Nanti akan dipasang pengumuman ditempel untuk dilihat dan dikomplain. Laporan masyarakat dan rekam jejak jadi penentu," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI I Made Karmayoga, Sabtu (9/3/2013).

I Made Karmayoga menjelaskan beberapa tahapan dalam proses seleksi terbuka ini. Seleksi pertama adalah seleksi administrasi, yaitu seorang PNS yang berminat menjadi lurah atau camat memasukkan data dirinya melalui situs khusus pendaftaran yang segera dibuka Pemprov DKI.

Setelah itu, tes selanjutnya ialah tes kesehatan yang termasuk di dalamnya tes kesehatan jasmani, rohani, dan bebas narkoba. Sepuluh orang terbaik akan dijaring untuk menjalani seleksi pengetahuan umum dan kepemimpinan. Lima orang yang lolos seleksi pengetahuan umum akan mengikuti seleksi visi dan misi.

Mereka dianjurkan untuk menyiapkan makalah dan menganalisis strength, weaknesses, oportunities, and threats (SWOT) atau visi misi terhadap daerah yang akan dipimpinnya. Mereka juga akan melaksanakan tes psikologi, wawancara, dan uji publik.

Hasilnya, tiga orang terbaik akan menjalani wawancara final, dan satu orang akan menduduki jabatannya. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural, untuk jabatan lurah, seorang PNS harus masuk dalam golongan terendah III B, tertinggi III D, dan memiliki eselon IV A.

Untuk jabatan camat, PNS harus masuk golongan terendah III D dan tertinggi IV B dengan minimum pendidikan sarjana S-1. Selain itu, lurah dan camat yang saat ini masih aktif menjabat juga diperbolehkan untuk mengikuti seleksi dan promosi jabatan terbuka.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorAna Shofiana Syatiri
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Gerindra Anggap Kubu Jokowi Kesulitan Mencari Figur Cawapres

    Gerindra Anggap Kubu Jokowi Kesulitan Mencari Figur Cawapres

    Nasional
    Bermodus Hipnotis, WNA Curi Uang Rumah Makan di Fatmawati

    Bermodus Hipnotis, WNA Curi Uang Rumah Makan di Fatmawati

    Megapolitan
    Intelijen Inggris Gunakan Anak Jadi Mata-mata

    Intelijen Inggris Gunakan Anak Jadi Mata-mata

    Internasional
    Trotoar hingga Gorong-gorong di Rute 'Torch Relay' Asian Games di Jaksel Masih Harus Dibenahi

    Trotoar hingga Gorong-gorong di Rute "Torch Relay" Asian Games di Jaksel Masih Harus Dibenahi

    Megapolitan
    Patahan Jarum Suntik Tertinggal di Paha Bayi Usia 1,5 Bulan

    Patahan Jarum Suntik Tertinggal di Paha Bayi Usia 1,5 Bulan

    Internasional
    Tangan Anak 4 Tahun Terjepit di Pembuangan Air Kolam Renang

    Tangan Anak 4 Tahun Terjepit di Pembuangan Air Kolam Renang

    Megapolitan
    Hilang 4 Hari, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Dibegal Teman Sendiri

    Hilang 4 Hari, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Dibegal Teman Sendiri

    Regional
    Video Kali Item Dekat Wisma Atlet Kemayoran Ditutupi Kain Jaring Hitam

    Video Kali Item Dekat Wisma Atlet Kemayoran Ditutupi Kain Jaring Hitam

    Megapolitan
    Eks Koruptor Nekat 'Nyaleg', MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

    Eks Koruptor Nekat "Nyaleg", MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

    Nasional
    Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

    Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

    Megapolitan
    Golkar Siapkan Pengganti Pimpinan Komisi VII yang Ditangkap KPK

    Golkar Siapkan Pengganti Pimpinan Komisi VII yang Ditangkap KPK

    Nasional
    Saat Jokowi Sapa Cak Imin hingga Tiga Kali...

    Saat Jokowi Sapa Cak Imin hingga Tiga Kali...

    Nasional
    Polisi Akan Periksa Kontraktor dan Konsultan Proyek Rehabilitasi Sekolah di DKI

    Polisi Akan Periksa Kontraktor dan Konsultan Proyek Rehabilitasi Sekolah di DKI

    Megapolitan
    Parpol Mestinya Miliki Political Will untuk Jaga Marwah dan Integritas Partai

    Parpol Mestinya Miliki Political Will untuk Jaga Marwah dan Integritas Partai

    Nasional
    Gubernur DKI: Ada Kasus Warga Merasakan Kenaikan PBB Dua Kali Lipat, Itu Tidak 'Fair'

    Gubernur DKI: Ada Kasus Warga Merasakan Kenaikan PBB Dua Kali Lipat, Itu Tidak "Fair"

    Megapolitan

    Close Ads X