Jokowi: Saya Enggak Kuat "Nunggu" Lama-lama

Kompas.com - 11/03/2013, 11:55 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak PT MRT Jakarta terus didesak untuk segera memberikan paparan detail terkait kelanjutan pembangunan megaproyek angkutan massal berbasis rel (mass rapid transit/MRT). Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terus menyatakan keinginannya untuk segera mengeksekusi pembangunan proyek yang telah mangkrak bertahun-tahun itu.

Dijumpai di Balaikota Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi berkali-kali mengungkapkan rencana percepatan pembangunan MRT. Ia mulai gundah karena selama lima bulan memimpin Jakarta putusan pembangunan MRT itu belum juga bisa diputuskan.

"Nunggu sudah lima bulan ini kan. Saya menunggu terus, enggak kuat saya menunggu terlalu lama kayak gini. Saya ingin itu segera, putuskan, segera ngecor," kata Jokowi, Senin (11/3/2013).

Saat ditanya mengenai ancaman pergantian direksi PT MRT Jakarta, Jokowi mengaku ada kemungkinan seperti itu. Namun, dirinya belum mau berbicara lebih mengingat ada tenggat waktu yang telah diberikan pada PT MRT Jakarta untuk melengkapi dokumen, seperti skema pembiayaan dan rencana pembangunannya.

"Saya kan biasanya seperti itu (mengganti), entah monorel atau MRT, entah apa. Enggak kuat, saya kan enggak kuat (menunggu lama-lama)," ujarnya.

Sebelumnya, mantan Wali Kota Surakarta ini berjanji akan mebentuk tim pengkaji MRT sebelum mengeluarkan putusan pembangunannya. Sejatinya, tim pengkaji telah ada di intern PT MRT Jakarta, tetapi dianggap belum mengakomodasi aspirasi masyarakat Jakarta.

Jokowi menjelaskan, kehadiran masyarakat dalam tim pengkaji diharapkan mampu merumuskan hasil kajian yang akurat dan berimbang. Ia mengaku khawatir MRT yang memakan biaya Rp 15 triliun tak memberikan dampak positif yang sebanding atau malah merugikan masyarakat.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    3 Pemuda Ditangkap, Buat Grup Berbayar Jual Pornografi Anak-anak

    3 Pemuda Ditangkap, Buat Grup Berbayar Jual Pornografi Anak-anak

    Megapolitan
    Ceritakan Kasusnya di Medsos, Korban Pemerkosaan di Bintaro Ingin Dapatkan Keadilan

    Ceritakan Kasusnya di Medsos, Korban Pemerkosaan di Bintaro Ingin Dapatkan Keadilan

    Megapolitan
    Diperiksa Polisi, Anji Diminta Jelaskan Tujuan Konten Wawancara dengan Hadi Pranoto

    Diperiksa Polisi, Anji Diminta Jelaskan Tujuan Konten Wawancara dengan Hadi Pranoto

    Megapolitan
    Seorang Remaja Tewas Dikeroyok dan Ditusuk di Pondok Pinang

    Seorang Remaja Tewas Dikeroyok dan Ditusuk di Pondok Pinang

    Megapolitan
    Pemerkosa di Bintaro Teror Korbannya dengan Foto Tak Senonoh Lewat Instagram

    Pemerkosa di Bintaro Teror Korbannya dengan Foto Tak Senonoh Lewat Instagram

    Megapolitan
    Hampir 80 Persen Penumpang KRL Telah Bertransaksi Non Tunai

    Hampir 80 Persen Penumpang KRL Telah Bertransaksi Non Tunai

    Megapolitan
    Kronologi Petugas Diusir dan Dipaksa Lepas APD Saat Makamkan Pasien Probable Covid-19 di Bekasi

    Kronologi Petugas Diusir dan Dipaksa Lepas APD Saat Makamkan Pasien Probable Covid-19 di Bekasi

    Megapolitan
    IPW Minta Kapolda Metro Jaya Evaluasi Kinerja Polres Tangsel Tangani Kasus Pemerkosaan

    IPW Minta Kapolda Metro Jaya Evaluasi Kinerja Polres Tangsel Tangani Kasus Pemerkosaan

    Megapolitan
    Satu Pegawai Diduga Positif Covid-19, Giant Margo City Tetap Beroperasi

    Satu Pegawai Diduga Positif Covid-19, Giant Margo City Tetap Beroperasi

    Megapolitan
    Pelanggar PSBB di Kota Tangerang Menurun, tapi Kasus Covid-19 Meningkat

    Pelanggar PSBB di Kota Tangerang Menurun, tapi Kasus Covid-19 Meningkat

    Megapolitan
    UPDATE 9 Agustus: 28 RW dan 20 Kelurahan Zona Merah di Kota Bekasi

    UPDATE 9 Agustus: 28 RW dan 20 Kelurahan Zona Merah di Kota Bekasi

    Megapolitan
    Polres Bandara Soetta Tangkap Calon Penumpang yang Pakai Surat Palsu Bebas Covid-19

    Polres Bandara Soetta Tangkap Calon Penumpang yang Pakai Surat Palsu Bebas Covid-19

    Megapolitan
    Buka Saat PSBB, Karaoke Masterpiece di Mangga Besar Terancam Disegel

    Buka Saat PSBB, Karaoke Masterpiece di Mangga Besar Terancam Disegel

    Megapolitan
     RS Azra Kota Bogor Bantah 10 Pegawainya Terpapar Covid-19

    RS Azra Kota Bogor Bantah 10 Pegawainya Terpapar Covid-19

    Megapolitan
    UPDATE Kota Bekasi: Bertambah 27 Kasus, 30 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE Kota Bekasi: Bertambah 27 Kasus, 30 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X