Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/03/2013, 15:24 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan 51% saham saham Suez Environment PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) kepada Manila Water diharapkan memberi keuntungan kepada semua pihak. Jangan sampai penjualan saham berdampak pada kenaikan tarif air.

Menurut Firdaus Ali, Direktur Eksekutif Indonesia Water Institute mengatakan, dengan masuknya Manila Water, tentunya juga harus didukung dengan kebijakan tarif yang sesuai dan saling menguntungkan, baik dari sisi masyarakat yang menikmati air bersih, maupun Manila Water sebagai operator.

"Harus ada keseimbangan antara bisnis dan pemenuhan pelayanan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai semua biaya-biaya dibebankan ke tarif seperti yang selama ini terjadi," kata Firdaus Ali dalam keterangan tertulis, Senin (11/3/2013).

Selain itu, harus dicari sumber air baku lain, yang selama ini hanya mengandalkan sumber air dari Jatiluhur dan dari Tangerang.

Semengtara menurut Ketua bersama Asia Pacific Water Forum Erna Witoelar, demi kepastian berinvestasi bagi investor, harus jelas pengalihan saham Palyja dari pemegang saham yang lama kepada pemegang saham yang baru. Setelah itu, baru Pemprov DKI bisa melakukan renegoisasi seperti yang direncanakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuku Tjahaja Purnama.

"Renegosiasi kontrak dilakukan setelah penjualan saham ke Manila Water ini tuntas," kata Erna.

Sebelumnya, pihak Manila Water mengaku telah menandatangani Share Purchase Agreement (SPA) semacam nota kesepahaman (MOU) perjanjian jual beli saham dengan Suez Environment untuk mengakuisisi 51% saham Palyja dalam sebuah keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Filipina.

Pemprov DKI juga sebelumnya sudah menyatakan telah menelusuri rekam jejak Manila Water Company, baik operasionalnya di Manila maupun di Vietnam

"Semuanya bagus," ucap Ahok, sapaan akrab Basuki T Purnama, Wagub DKI, Rabu (6/3/2013) pekan lalu.

Menurut dia, pemerintah akan fokus pada rencana memenuhi target memberi akses air minum 99 persen kepada warga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.