Kompas.com - 12/03/2013, 22:21 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com- Pecahan proyektil yang mengena kaki Safira Raudatul Janah (14) diduga berasal dari peluru yang ditembakan pengendara Toyota Avanza hitam, yang merasa terganggu dengan aski balap liar di Jalan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Sampai saat ini masih belum jelas pelaku penembakan tersebut.

"Jadi, proyektil itu bukan dari peluru anggota Patroli Kota yang saat itu memang ada di lokasi untuk membubarkan aksi balap liar tersebut," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (12/3/2013) malam.

Safira dan keluarganya melapor ke Polsek Metro Gambir bahwa dirinya terkena peluru nyasar di Jalan Cideng Timur, pada Minggu (10/3/2013) sekitar pukul 02.00. Pecahan peluru itu mengenai mata kaki kiri warga Jalam Limo, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Safira harus menjalani operasi pengambilan serpihan proyektil itu di RS Fatmawati.

Menurut Rikwanto, dari keterangan korban dan temannya, Opi Juliana (15), sebelum kejadian, keduanya menunggu kawannya yang sedang mengisi BBM di SPBU Cideng Timur.Saat itu memang ada mobil patroli kota/patko yang dikemudikana Bripka Hero. Bripka Hero seorang diri di dalam mobil sedang berupaya membubarkan aksi balap liar di lokasi, dengan cara menghidupkan sirene dan rotator mobil patroli yang dikendarainya itu. Dengan tindakannya itu, para pembalap liar bubar ke berbagai arah.

Bripka Hero tetap berada dalam mobil dan tidak juga mengeluarkan senjata api apalagi menembak. Saat itu ada sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam, yang posisinya sekitar 40 meter dari mobil patko Bripka Hero. Dari dalam mobil itu keluar seorang laki-laki dan mengeluarkan senjata api lalu menembakan ke bawah satu kali. Setelah itu, dia masuk lagi ke mobil, dan mobil pun pergi.

"Tidak jelas, siapa yang menembak itu. Anggota tidak sempat mencatat identitas mobilnya," kata Rikwanto.

Adapun Safira dan teman-temannya setelah itu meninggalakn SPBU. Belum terlalu jauh dari SPBU, kaki kiri Safira terasa perih dan mengeluarkan darah. Setelah itu kaki terasa sakit. Lalu korban melapor ke Polsek Metro Gambir, yang selanjutnya d bawa ke RS Fatmawati. Operasi dilakukan untuk mengeluarkan benda asing tersebut yang tidak lain pecahan anak peluru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Percahan anak peluru itu oleh dokter setempat diserahkan ke aparat Polskek Metro Gambir. Kami juga masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkapkan kasus ini," kata Rikwanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.