Kompas.com - 13/03/2013, 14:28 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak hanya Fahmi Rahardiansyah (19) yang berniat menjual organ tubuh karena terimpit masalah ekonomi. Syd (30) juga sempat memiliki keinginan untuk menjual salah satu ginjalnya di rumah sakit.

Pada tahun 2011, kehidupan ekonomi keluarga Syd mengalami penurunan drastis. Dia terimpit utang karena istrinya tidak bisa hidup susah, sedangkan dua anaknya membutuhkan biaya sekolah. Untuk itu, dia mencoba mendatangi salah satu rumah sakit pemerintah di Jakarta Barat untuk menawarkan ginjalnya.

Syd mengungkapkan, saat itu dirinya memang sedang tidak memiliki pekerjaan. Ide menjual organ tubuh dia dapatkan karena kondisi ekonomi keluarga yang sangat mendesak. Utang yang menumpuk serta rongrongan istri yang tak bisa hidup susah membuatnya nekat ingin menjual ginjal.

"Waktu itu saya bingung dan sudah enggak tahu harus gimana. Jadi saya coba menawarkan ginjal saja," katanya saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (13/2/2013).

Syd yang tinggal di Pondok Aren, Bintaro, mengatakan, setelah mendatangi orang yang mau dia tawarkan ginjal, Syd malah mendapatkan nasihat dari orang tersebut. Jika ginjal didonorkan, maka dirinya tidak akan kuat melakukan aktivitas seperti manusia normal lainnya. Selain itu, pendonor ginjal juga memiliki efek samping setelah mendonorkan ginjal. Dirinya tidak bisa terlalu lelah bekerja dan kondisi kesehatannya melemah.

Saat menawarkan ginjalnya, Syd belum tahu harga pasaran menjual ginjal. Dia hanya mendatangi rumah sakit dan mencari orang yang membutuhkan ginjal untuk mendapatkan donor satu per satu.

Setelah melalui pemikiran panjang, akhirnya Syd memutuskan tidak jadi melakukan donor, dan menceraikan istrinya. Dia berpikir bahwa memiliki istri seperti itu, uang sebesar apapun tidak akan bisa mencukupi. Syd juga mengkhawatirkan kehidupan kedua anaknya jika dia jadi mendonorkan ginjal kepada orang lain. Untuk itu, keputusan menceraikan wanita yang sudah 12 tahun dinikahi segera dia lakukan pada tahun 2012. Saat ini, Syd bekerja sebagai sales marketing di salah satu media nasional.

Sebelumnya diberitakan, gara-gara terimpit masalah ekonomi dan harus membiayai pengobatan orangtuanya, Fahmi Rahardiansyah (19), warga Balaraja, Tangerang, terpaksa menawarkan ginjalnya untuk dijual melalui jejaring penjualan online, Kaskus. Dia mem-posting menjual ginjal di Kaskus dengan harga Rp 50 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.