Rasyid Rajasa Mengaku Layak Bebas

Kompas.com - 14/03/2013, 14:01 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum Rasyid Amrullah Rajasa, terdakwa kasus kecelakaan di Tol Cikampek, Jakarta Timur, menganggap segala dakwaan Jaksa Penuntut Umum atas kliennya tak terbukti. Rasyid dianggap bukan penyebab kecelakaan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia itu.

"Tidak ada satu pun keterangan saksi tentang adanya terdakwa melakukan tindak pidana atau pelanggaran seperti dimaksud dengan pasal yang didakwa," ujar kuasa hukum, Riri Purbasari Dewi, saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (14/3/2013).

Di depan tiga orang majelis hakim yang diketuai oleh J Suharjono, lima poin pembelaan itu dibacakan oleh kuasa hukum serta terdakwa sendiri. Dua poin pembelaan pertama dibacakan oleh Rasyid, sementara tiga poin pembelaan lainnya dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa.

Poin pertama, Rasyid mengaku layak bebas dari segala dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Sebab, Rasyid hendak menyelesaikan studinya terlebih dahulu yang tinggal dua semester lagi di salah satu universitas terkemuka di London, Inggris.

Bahkan, Rasyid sempat mengutip kata-kata Proklamator RI, Muhammad Hatta. "Hanya ada satu negeri yang menjadi negeriku, ia tumbuh dari perbuatan, dan perbuatan itu adalah usahaku," ujar pria berambut cepak tersebut.

Poin pembelaan kedua, putra bungsu Mentri Koordinator Perekonomian RI Hatta Rajasa tersebut mengaku tidak memiliki latar belakang catatan kriminal. Hal tersebut dianggap menjadi bukti dirinya patuh pada hukum yang berlaku.

Adapun kuasa hukum terdakwa mengutarakan poin pembelaan selanjutnya. Kuasa hukum mengungkapkan, kliennya dalam keadaan segar dan fit saat kecelakaan terjadi.

Kuasa hukum menampik tuduhan bahwa Rasyid mengantuk. Dasarnya yakni, Rasyid terbiasa hidup di London Inggris, di mana terdakwa biasa tidur malam sekitar pukul 13.00 WIB waktu Indonesia. Sementara itu, kecelakaan terjadi pukul 06.45 WIB.

Poin pembelaan selanjutnya, dua penumpang Daihatsu Luxio yang tewas, dikatakan kuasa hukum, dapat terjadi karena modifikasi yang dilakukan oleh Frans Joner Sirait sebagai sopir sekaligus pemilik mobil sendiri. Modifikasi yang dilakukan Frans pada tempat duduk, dianggap memudahkan pintu mobil terbuka dan berakibat fatal bagi penumpang di bagian belakang mobil.

"Akibat modifikasi itu juga sabuk pengamanan tidak berfungsi karena posisinya telah diubah. Maka ketika terjadi benturan, tidak ada daya tahan bagi penumpangnya. Jadi itulah penyebab jatuhnya korban ke aspal," kata Riri.

Poin pembelaan terakhir yakni, seusai kecelakaan maut tersebut, Rasyid langsung meminta maaf dan bersedia bertanggung jawab atas korban. Terlebih, semua kerugian materiil hingga santunan terhadap para korban meninggal atau pun luka, telah ditanggung oleh terdakwa.

Atas poin pembelaan tersebut, Jaksa Penuntut Umum akan menanggapinya pada sidang dengan agenda replik yang rencananya dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin depan. Sebelumnya, Jaksa menuntut Rasyid dengan hukuman 8 bulan penjara masa percobaan 12 bulan dan denda Rp 12 juta.

 

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE 1 Maret 2021: Tambah 2.058 Kasus, 9.756 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE 1 Maret 2021: Tambah 2.058 Kasus, 9.756 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    UPDATE 1 Maret: Bertambah 77 Kasus Positif, 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

    UPDATE 1 Maret: Bertambah 77 Kasus Positif, 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

    Megapolitan
    Jennife Jill Direhab, Polisi Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan

    Jennife Jill Direhab, Polisi Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan

    Megapolitan
    Sering Jadi Lahan Parkir Liar, Rel Petak Jalan Nambo-Cibinong Disterilkan dari Aktivitas Warga

    Sering Jadi Lahan Parkir Liar, Rel Petak Jalan Nambo-Cibinong Disterilkan dari Aktivitas Warga

    Megapolitan
    13.000 Pelayan Publik Terima Vaksin CoronaVac, Hari Ini Khusus Pedagang di Pasar dan Mal

    13.000 Pelayan Publik Terima Vaksin CoronaVac, Hari Ini Khusus Pedagang di Pasar dan Mal

    Megapolitan
    GeNose Berlaku 1 April di Bandara Soekarno-Hatta, AP II Masih Lakukan Persiapan

    GeNose Berlaku 1 April di Bandara Soekarno-Hatta, AP II Masih Lakukan Persiapan

    Megapolitan
    Penyebab Pengendalian Banjir Kali Cakung di Bekasi Tak Selesai Tahun Ini

    Penyebab Pengendalian Banjir Kali Cakung di Bekasi Tak Selesai Tahun Ini

    Megapolitan
    Ada Pajak 0 Persen Mobil Baru, Fraksi PDI-P Pertanyakan Anies Soal Larangan Penggunaan Mobil di Atas 10 Tahun

    Ada Pajak 0 Persen Mobil Baru, Fraksi PDI-P Pertanyakan Anies Soal Larangan Penggunaan Mobil di Atas 10 Tahun

    Megapolitan
    23,6 Ton Garam Sudah Ditebar di Atas Selat Sunda demi Cegah Banjir di Jabodetabek

    23,6 Ton Garam Sudah Ditebar di Atas Selat Sunda demi Cegah Banjir di Jabodetabek

    Megapolitan
    Dinkes DKI: Data Covid-19 yang Tertunda dari Kemenkes Sudah Otomatis Masuk

    Dinkes DKI: Data Covid-19 yang Tertunda dari Kemenkes Sudah Otomatis Masuk

    Megapolitan
    Millen Cyrus Diserahkan ke BNN, Polisi: Obat Benzo Sesuai Resep Dokter

    Millen Cyrus Diserahkan ke BNN, Polisi: Obat Benzo Sesuai Resep Dokter

    Megapolitan
    Kembali Diamankan Polisi, Millen Cyrus Klaim Diberi Benzo oleh BNN

    Kembali Diamankan Polisi, Millen Cyrus Klaim Diberi Benzo oleh BNN

    Megapolitan
    Sebut Jalur Sepeda Permanen sebagai Awal yang Baik, MTI: Perjalanan Masih Panjang

    Sebut Jalur Sepeda Permanen sebagai Awal yang Baik, MTI: Perjalanan Masih Panjang

    Megapolitan
    Wagub DKI Sebut Penjualan Saham Perusahaan Bir Belum Direspons DPRD

    Wagub DKI Sebut Penjualan Saham Perusahaan Bir Belum Direspons DPRD

    Megapolitan
    Penjambret Ponsel Remaja di Tangsel Ditangkap, Begini Perannya

    Penjambret Ponsel Remaja di Tangsel Ditangkap, Begini Perannya

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X