Rasyid Minta Namanya Direhabilitasi

Kompas.com - 14/03/2013, 15:46 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi KM 3+335, Rasyid Amrullah Rajasa, mengajukan lima poin permohonan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Salah satu permohonan dalam sidang itu adalah meminta majelis hakim untuk merehabilitasi nama baik Rasyid Rajasa.

"Kami mohon kepada majelis hakim mengembalikan dan merehabilitasi nama baik Rasyid Amrullah Rajasa," ujar salah satu kuasa hukum Rasyid, Ananta Budi Ardika, pada penghujung sidang di PN Jakarta Timur, Kamis (14/3/2013).

Di poin kedua, kuasa hukum Rasyid juga memohon kepada majelis hakim yang diketuai J Suharjono untuk menolak semua dakwaan yang dilayangkan jaksa penuntut umum (JPU). Dalam poin ketiga permohonan, berdasarkan jalannya fakta persidangan, kuasa hukum Rasyid menampik bahwa kliennya bersalah atas tindak pidana mengemudikan kendaraan bermotor atas tindak kelalaiannya, menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat dan meninggal dunia.

"Tidak sebagaimana dakwaan primer Pasal 310 Ayat 4 dan dakwaan subsider Pasal 310 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," ujarnya.

Poin permohonan ketiga dan kempat masing-masing berupa permintaan kepada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dan membebankan biaya sepanjang perkara itu kepada pemerintah. Budi menegaskan, permohonan tersebut diajukan atas pertimbangan kuasa hukum Rasyid yang menghormati dan menjunjung tinggi rasa keadilan.

Terlebih lagi, permohonan tersebut diajukan kepada majelis hakim karena dalam penentuan perkara, hakim harus mengedepankan moralitas dan integritas yang tinggi dalam memutus perkara.

Rasyid adalah tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi arah Bogor, KM 3+335, pada 1 Januari 2013 pagi. Mobil BMW B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menghantam angkutan umum Daihatsu Luxio F 1622 CY hingga dua penumpangnya, Harun (60) dan Raihan (1,5), meninggal dunia sementara tiga lainnya luka-luka.

Polisi menerapkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal yang dikenakan yakni 283 tentang Mengemudi dalam Kondisi Tertentu, Pasal 287 tentang Melanggar Rambu Lalu Lintas, dan Pasal 310 mengenai Kelalaian Mengemudi yang Menyebabkan Orang Lain Meninggal.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tiga Pekan Pascabanjir, Mall Cipinang Indah Masih Tutup

    Tiga Pekan Pascabanjir, Mall Cipinang Indah Masih Tutup

    Megapolitan
    DPRD DKI Minta Revitalisasi Monas Dihentikan Sementara karena Belum Ada Izin Pemerintah Pusat

    DPRD DKI Minta Revitalisasi Monas Dihentikan Sementara karena Belum Ada Izin Pemerintah Pusat

    Megapolitan
    Merasa Dikucilkan, Warga Tanjung Priok Tuntut Menkumham Yasonna Minta Maaf

    Merasa Dikucilkan, Warga Tanjung Priok Tuntut Menkumham Yasonna Minta Maaf

    Megapolitan
    Mengaku Minta Iwan Beli Senjata Laras Panjang, Kivlan: Untuk Berburu Babi

    Mengaku Minta Iwan Beli Senjata Laras Panjang, Kivlan: Untuk Berburu Babi

    Megapolitan
    Tersinggung dengan Pernyataan Yasonna, Massa dari Tanjung Priok Demo di Kemenkumham walau Hujan Deras

    Tersinggung dengan Pernyataan Yasonna, Massa dari Tanjung Priok Demo di Kemenkumham walau Hujan Deras

    Megapolitan
    Polisi Usut Aksi Pria Masturbasi di Depan Bocah di Bekasi

    Polisi Usut Aksi Pria Masturbasi di Depan Bocah di Bekasi

    Megapolitan
    Kapolres Jakbar Bantah Lutfi Alfiandi Disetrum Saat Pemeriksaan

    Kapolres Jakbar Bantah Lutfi Alfiandi Disetrum Saat Pemeriksaan

    Megapolitan
    Ledakan karena Tabung Gas Bocor di Dapur 'Basement', Rumah di Rawa Bebek Porak-poranda

    Ledakan karena Tabung Gas Bocor di Dapur "Basement", Rumah di Rawa Bebek Porak-poranda

    Megapolitan
    Protes Pernyataan Yasonna, Warga Tanjung Priok Demo di Depan Gedung Kemenkumham

    Protes Pernyataan Yasonna, Warga Tanjung Priok Demo di Depan Gedung Kemenkumham

    Megapolitan
    Warga Berharap Sarang Tawon Vespa di Pohon di Bintaro Segera Disingkirkan

    Warga Berharap Sarang Tawon Vespa di Pohon di Bintaro Segera Disingkirkan

    Megapolitan
    Bacakan Eksepsi Lanjutan, Kivlan Zen Pakai Seragam Purnawirawan TNI

    Bacakan Eksepsi Lanjutan, Kivlan Zen Pakai Seragam Purnawirawan TNI

    Megapolitan
    Tebang Pohon demi Revitalisasi Monas, Pemprov DKI Dinilai Hanya Mementingkan Beautifikasi

    Tebang Pohon demi Revitalisasi Monas, Pemprov DKI Dinilai Hanya Mementingkan Beautifikasi

    Megapolitan
    Pemadam Tangkap Ular Sanca Batik Sepanjang 3 Meter di Rumah Warga Ciracas

    Pemadam Tangkap Ular Sanca Batik Sepanjang 3 Meter di Rumah Warga Ciracas

    Megapolitan
    Skybridge Dibangun, Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW Akan Terintegrasi

    Skybridge Dibangun, Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW Akan Terintegrasi

    Megapolitan
    Derbi PKS vs Gerindra dalam Pemilihan Wagub DKI Jakarta, Siapa yang Menang?

    Derbi PKS vs Gerindra dalam Pemilihan Wagub DKI Jakarta, Siapa yang Menang?

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X