Kompas.com - 15/03/2013, 14:05 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang dibangun bersama Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) hanya diperuntukkan bagi pekerja/buruh di Jakarta. Untuk mencegah adanya pelanggaran, ia akan meminta Menteri Perumahan Rakyat untuk mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur aturan main berikut ancaman sanksinya.

Pria yang akrab disapa Jokowi itu mengatakan, pihak yang paling memiliki hak untuk menempati rusun tersebut adalah pekerja/buruh yang bekerja di Jakarta, dan belum memiliki tempat tinggal. Bila kemudian hari terbukti ada pihak yang menyalahi aturan tersebut, maka Jokowi tak akan ragu untuk memberikan sanksi pada pembeli/penyewa, maupun pihak pengembangnya.

"Tadi sudah (saya) sampaikan ke Pak Menteri agar diadakan sebuah Permen lagi mengenai sanksi bagi pengembang, dan pengguna yang punya rumah. Karena rusun ini untuk pekerja yang belum memiliki rumah," kata Jokowi, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (15/3/2013).

Jokowi mengatakan, Menpera Djan Faridz akan membuat Permen tersebut dalam minggu-minggu ini. Jokowi sendiri akan mengatur ulang aturan tentang koefisiensi lantai bangunan (KLB) setelah Permen tersebut resmi dikeluarkan.

Sebelumnya, Menpera Djan Faridz bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sekretaris Daerah Jawa Timur, dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan penandatanganan kesepakatan bersama mengenai penyediaan rusunawa bagi pekerja/buruh di Indonesia. Penandatanganan itu dilakukan dalam Rapat Konsultasi Regional Kemenpera 2013 di Hotel Sultan, Jakarta.

Selain di Jakarta, Kemenpera juga akan membangun rusunawa serupa di daerah-daerah tersebut. Seluruhnya, jumlah rusunawa yang akan dibangun oleh Kemenpera mencapai 35 twin block dengan alokasi anggaran Rp 16 miliar per twin block-nya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan puluhan hektar lahan di tiga titik, yakni Rawa Bebek, Daan Mogot, dan Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Di tiga titik itu nantinya akan berdiri sekitar 11-12 twin block dengan tarif sewa unit rusun (full furnished) yang sangat murah, yakni sekitar Rp 350.000 per bulan. Tarif sebesar itu dibagi untuk biaya sewa kamar Rp 300.000, dan biaya sewa tempat tidur sebesar Rp 50.000 di setiap bulannya.

Khusus untuk rusun di Rawa Bebek, lahan seluas 17 hektar telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI guna pembangunan 14 blok rusun. Namun, seluruh rusun itu hanya diberikan khusus untuk para pekerja.

Berita terkait, baca :

GEBRAKAN JOKOWI-BASUKI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.