Kompas.com - 15/03/2013, 19:20 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat pabrik furnitur yang merupakan markas perampok terduga teroris digerebek, terdengar suara "ampuun, Pak... ampun, Pak".

Penggerebekan yang dilakukan aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya di Jalan Busidin, RT 02 RW 03, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (15/3/2013) subuh, sempat menjadi perhatian warga sekitar. Eko Suntyono (35), pria yang rumahnya persis di depan rumah tersebut, menuturkan bahwa sekitar 10 polisi menggunakan dua mobil datang ke lokasi, Jumat pukul 05.30 WIB.

Polisi pun menggedor-gedor pintu rumah yang terbuat dari seng sehingga mengeluarkan bunyi. "Mungkin karena enggak dibuka-buka, didobrak. Selanjutnya saya enggak lihat lagi di dalamnya. Tapi di ada teriakan, 'ampun, Pak, ampun, Pak'. Saya enggak lihat kelanjutannya, kan dari dalam," ujar Eko saat ditemui Kompas.com di lokasi.

Rasim Rais (40), ketua RT setempat, mengaku mendapat kabar penggerebekan tersebut pukul 06.30 WIB. Seorang polisi datang ke rumahnya untuk memberikan surat penggeledahan rumah. Ia pun mendampingi polisi menggeledah rumah itu. Namun saat datang, aksi geledah telah dilakukan.

Rasim menuturkan, saat masuk ke dalam rumah semi-permanen tersebut, ia hanya melihat satu tersangka. Menurut polisi, seorang lagi telah berada di dalam mobil. Rasim pun mengaku tak mengenali dengan jelas seorang tersangka yang dilihatnya. Sebab, wajahnya ditutup masker.

"Sempat ditanya sama polisi, kamu ini jaringan Medan bukan? Dia bilang bukan. Gitu aja yang saya dengar. Enggak ada yang lain," ujar Rasim.

Saat Rasim masuk ke rumah itu, polisi juga telah menggelar sejumlah barang bukti, yakni lima pucuk senjata api rakitan, peluru kaliber 9 mm sebesar 34 butir. Adapun 14 bom pipa, 2 sepeda motor, dan emas 2,5 kilogram baru ditunjukkan polisi beberapa saat setelahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua tersangka kemudian dibawa menggunakan dua mobil terpisah sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, warga sekitar pun mulai berdatangan untuk melihat apa yang terjadi di rumah yang sehari-hari dijadikan bengkel kerja furnitur. Saat itu, ia mengaku melihat tersangka dalam keadaan hidup.

"Masih jalan kok dua-duanya saya lihat. Enggak ada suara tembakan juga di lokasi," ujarnya.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Tim Gegana datang ke lokasi penggerebekan untuk melokalisasi 14 bom pipa. Satu bom diketahui diledakkan di halaman rumahnya sekitar pukul 11.30 WIB. Lokasi penggerebekan itu pun diberi garis polisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.