Jaksa Tetap Tuntut Rasyid 8 Bulan Penjara

Kompas.com - 18/03/2013, 12:06 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Jaksa penuntut umum (JPU) tetap tak mengubah tuntutannya kepada Rasyid Amrullah Rajasa (22), terdakwa tunggal kasus kecelakaan maut di Tol Cikampek Km 3+335. Rasyid Rajasa tetap dituntut hukuman delapan bulan penjara dan percobaan 12 bulan dengan denda Rp 12 juta subsider enam bulan penjara.

"Penuntut tetap pada tuntutan pada sidang tujuh Maret lalu," ujar Soimah, Ketua JPU, dalam sidang dengan agenda tanggapan jaksa atas pembelaan terdakwa atau replik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (18/3/2013).

Sikap JPU atas pembelaan terdakwa tersebut didasarkan pada penolakan jaksa terhadap butir-butir pembelaan pada sidang sebelumnya. Antara lain butir yang menyatakan bahwa terdakwa tidak bersalah dan kesalahan ada pada sopir Daihatsu Luxio dan sebagainya. Sikap tersebut pun oleh jaksa penuntut umum didasarkan pada dua poin pertimbangan, yakni faktor yuridis dan sosiologis.

Faktor yuridis yang dimaksud yakni menurut fakta persidangan bahwa terdapat unsur kelalaian pada terdakwa. Adapun faktor sosiologis, yakni mendasarkan pada tanggung jawab yang telah diberikan oleh terdakwa terhadap korban kecelakaannya.

"Fakta pada persidangan sudah diuraikan secara cermat. Kami harus konsekuen dengan tuntutan, pertimbangan yuridis dan sosiologis," ujarnya.

Soimah menyerahkan sepenuhnya pada keputusan majelis hakim seusai dengan jadwal yang digelar pada Senin, 25 Maret 2013, di ruangan sidang utama PN Jakarta Timur. Pantauan Kompas.com, sidang tersebut digelar singkat, hanya sekitar 15 menit. Rasyid, seperti biasanya, terlihat rapi dengan kemeja putih dan celana hitam, tampak tenang mengikuti sidang.

Ibunda Rasyid, Oktinawati, tampak tetap setia mengikuti sidang putra bungsunya. Rasyid adalah tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi arah Bogor, Km 3+335, pada 1 Januari 2013 pagi. Mobil BMW B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menghantam angkutan umum jenis Daihatsu Luxio F 1622 CY hingga dua penumpangnya, Harun (60) dan Rehan (1,5), meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.

Polisi menerapkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal yang dikenakan yakni Pasal 283 tentang Mengemudi dalam Kondisi Tertentu, Pasal 287 tentang Melanggar Rambu Lalu Lintas, dan Pasal 310 mengenai Kelalaian Mengemudi yang Menyebabkan Orang Lain Meninggal.

Berita terkait, baca:

Insiden BMW Maut di Jagorawi

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemilik Bangunan di Jaksel Diminta Tak Parkir Kendaraan di Trotoar

    Pemilik Bangunan di Jaksel Diminta Tak Parkir Kendaraan di Trotoar

    Megapolitan
    Operasi Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182 Resmi Berakhir, 3 Orang Belum Teridentifikasi

    Operasi Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182 Resmi Berakhir, 3 Orang Belum Teridentifikasi

    Megapolitan
    Setahun Covid-19, Kebijakan PSBB Dikenalkan Sebagai Solusi Tekan Penyebaran Kasus Tanpa Harus Lockdown

    Setahun Covid-19, Kebijakan PSBB Dikenalkan Sebagai Solusi Tekan Penyebaran Kasus Tanpa Harus Lockdown

    Megapolitan
    Akui Lecehkan Dua Karyawati di Kantornya, Pelaku: Saya Sedang Mabuk

    Akui Lecehkan Dua Karyawati di Kantornya, Pelaku: Saya Sedang Mabuk

    Megapolitan
    59 dari 62 Korban Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Telah Teridentifikasi

    59 dari 62 Korban Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Telah Teridentifikasi

    Megapolitan
    Pengakuan Korban Pelecehan Seksual oleh Mantan Bosnya di Ancol, Pelaku Sering Bawa Keris

    Pengakuan Korban Pelecehan Seksual oleh Mantan Bosnya di Ancol, Pelaku Sering Bawa Keris

    Megapolitan
    Setahun Covid-19, Jakarta Jadi Provinsi Pertama yang Tutup Sekolah dan WFH

    Setahun Covid-19, Jakarta Jadi Provinsi Pertama yang Tutup Sekolah dan WFH

    Megapolitan
    2 Karyawati Korban Pelecehan Tak Berani Melawan karena Tersangka Punya Senjata Tajam

    2 Karyawati Korban Pelecehan Tak Berani Melawan karena Tersangka Punya Senjata Tajam

    Megapolitan
    Setahun Pandemi Covid-19, Wagub DKI: Terpenting Kepatuhan Masyarakat

    Setahun Pandemi Covid-19, Wagub DKI: Terpenting Kepatuhan Masyarakat

    Megapolitan
    Setahun Pandemi Covid-19, Orang Nomor 1 Jadi Pasien Pertama Covid-19 di Kota Bogor

    Setahun Pandemi Covid-19, Orang Nomor 1 Jadi Pasien Pertama Covid-19 di Kota Bogor

    Megapolitan
    Setahun Pandemi Covid-19, Wali Kota Bekasi Bilang Capek Juga Biayanya

    Setahun Pandemi Covid-19, Wali Kota Bekasi Bilang Capek Juga Biayanya

    Megapolitan
    Pelaku Pelecehan Seksual terhadap 2 Karyawati di Kawasan Ancol Bermodus Bisa Meramal

    Pelaku Pelecehan Seksual terhadap 2 Karyawati di Kawasan Ancol Bermodus Bisa Meramal

    Megapolitan
    Vaksinasi Lansia di Depok Dibuka,  Bisa Daftar di Puskesmas atau Lewat Situs Ini

    Vaksinasi Lansia di Depok Dibuka, Bisa Daftar di Puskesmas atau Lewat Situs Ini

    Megapolitan
    Kelapa Dua, Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak di Kebon Jeruk Jadi Lokasi Vaksinasi Dinamis

    Kelapa Dua, Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak di Kebon Jeruk Jadi Lokasi Vaksinasi Dinamis

    Megapolitan
    Setahun Pandemi Covid-19: Sempat Terjadi Panic Buying karena Khawatir Lockdown

    Setahun Pandemi Covid-19: Sempat Terjadi Panic Buying karena Khawatir Lockdown

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X