Sehari-hari Vina di Rumah dengan Ibu Tirinya

Kompas.com - 18/03/2013, 15:20 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Davina Lira Putri (5), bocah yang meninggal setelah terbentur di kamar mandi pada hari Sabtu (16/3/2013), sehari-hari menghabiskan waktu bersama Dwi (19) sang ibu tiri dan Hermiyati (42), ibu kandung Dwi yang turut tinggal di rumah mereka di Kompleks Binong, Curug, Tangerang. Adapun Agus Wastio (36), ayah Vina--panggilan Davina, jarang menghabiskan waktu di rumah.

"Ayah korban kerja sebagai sopir tembak perusahaan ekspedisi, jadi cenderung tidak bisa setiap hari," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Komisaris Shinto Silitonga, Senin (18/3/2013).

Karena Agus jarang di rumah, kegiatan rumah tangga pun dioperasikan oleh Dwi dan Hermiyati. Sehari-hari, Vina diantar ke sekolahnya di TK Peusar, Binong, Curug oleh Dwi sebelum perempuan ini berangkat menjalankan pekerjaan sebagai terapis refleksi di daerah Kelapa Dua, Tangerang. Sementara Hermiyati yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga bertugas menjemput Vina dari sekolah.

Menurut Shinto, berdasarkan keterangan para saksi, Vina dibawa oleh sang ayah dari Lampung untuk tinggal bersama Dwi dan Hermiyati sejak bulan Desember 2012. Adapun ibu kandung Vina bernama Eka Afriyani sudah bercerai dengan Agus.

"Sejak bercerai, ayah dan ibunya sudah tidak lagi berkomunikasi. Jadi belum bisa dipastikan apa ibu kandungnya sudah tahu kalau Vina meninggal (atau belum)," kata Shinto.

Berdasarkan keterangan dari Agus, Hermiyati serta sejumlah saksi lain yang berasal dari kalangan tetangga, diketahui bahwa mereka memang kerap mendengar teriakan Dwi dan tangisan Vina, serta melihat Dwi berbuat kasar pada bocah itu. Bahkan Agus sang ayah pun pernah melihat Dwi memukul Vina hingga menyebabkan bekas.

Menurut Shinto, Agus mengaku sudah pernah memberi peringatan ke Dwi untuk tidak memukul Vina, namun tidak didengarkan oleh Dwi. Perlakuan Dwi terhadap Vina mencapai klimaksnya pada Sabtu pukul 08.00. Dwi memukul Vina yang saat itu malas-malasan saat disuruh bangun tidur, lalu mendorong tubuh gadis kecil itu saat berada di kamar mandi. Naas, kepala Vina terbentur lantai kamar mandi dan mengalami kejang.

Setelah sempat dibawa ke bidan, Vina lalu dilarikan ke RS Siloam namun meninggal pada pukul 11.52 WIB. Dwi kini telah dijadikan tersangka di Mapolresta Tangerang. Menurut Shinto, kondisi Dwi masih labil dan shock, bahkan sempat jatuh pingsan akibat mengalami dehidrasi ringan.

"Melihat kondisinya yang belum stabil, tidak tertutup kemungkinan penyidik melakukan tes kejiwaan pada tersangka di Biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya," ujar Shinto.

Dwi terancam Pasal 44 Ayat 3 Undang-undang RI No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, dan Pasal 80 Ayat 3 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 10 tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Megapolitan
Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Megapolitan
Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Megapolitan
Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Megapolitan
DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

Megapolitan
Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Megapolitan
Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Megapolitan
Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Megapolitan
PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

Megapolitan
Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

Megapolitan
[Update 29 November]: Bertambah 34, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tercatat 2.870

[Update 29 November]: Bertambah 34, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tercatat 2.870

Megapolitan
Satgas Covid-19 Kota Bogor Pertimbangkan Cabut Laporan Polisi terhadap RS Ummi

Satgas Covid-19 Kota Bogor Pertimbangkan Cabut Laporan Polisi terhadap RS Ummi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X