Jokowi Dituntut Segera Tunjuk Dirut Baru PT MRT

Kompas.com - 19/03/2013, 08:28 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dituntut untuk segera memutuskan pimpinan PT MRT Jakarta yang baru. Sebab, kekosongan pucuk pimpinan di tubuh PT MRT Jakarta akan mengganggu proses pembangunan mega proyek mass rapid transit (MRT) tersebut.

Untuk diketahui, pada Oktober 2012 Wishnu Subagio Jusuf mengundurkan diri dari jabatan sebagai Direktur Konstruksi. Ditambah kemarin, Joko Widodo menyampaikan bahwa masa jabatan Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo habis pada 19 Februari 2013 dan tidak diperpanjang. Oleh sebab itu, secara otomatis proyek MRT dipikul seorang diri oleh Direktur Keuangan dan Administrasi Corporate Secretary, Erlan Hidayat.

Pengamat Transportasi Universitas Indonesia (UI) Ellen Tangkudung menyampaikan, kosongnya dua jabatan direktur di PT MRT Jakarta akan sangat menggangu roda usaha perusahaan tersebut. Ia berasumsi, kinerja PT MRT menjadi tak efektif karena hanya dipikul oleh seorang direktur saat ini.

Meski bisa dikendalikan oleh komisaris, kata Ellen, tapi sifatnya tak akan seintens pengendalian oleh direktur. Hal ini dikarenakan roda usaha lebih dominan dijalankan oleh direksi, dan bukan di level komisaris.

"Sampai kapan (kekosongan) ini terjadi? Kalau cukup lama, ini bisa jadi sebuah gejala yang menunjukkan proyek pembangunan MRT semakin tidak jelas nasibnya," kata Ellen, saat dihubungi wartawan, Selasa (19/3/2013) pagi.

Ellen menegaskan, bila kekosongan direksi itu benar-benar memengaruhi rencana pembangunan MRT, terlebih sampai batal, tentu akan memberikan kerugian yang tidak sedikit karena rancangan pembangunan MRT telah dilakukan sejak lama yang memakan waktu, pikiran, dan biaya besar.

"Semua tergantung Pemprov DKI sebagai pengambil kebijakan atas nasib MRT Jakarta," ujarnya.

Sebagai Gubernur, Joko Widodo sebenarnya bisa langsung menunjuk direksi PT MRT Jakarta yang baru. Namun, ia urung melakukannya karena menunggu rekomendasi dari para pemegang saham. Sampai saat ini, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) belum menghasilkan rekomendasi bakal calon pengganti direktur yang kosong.

Adapun beberapa persoalan yang masih mengganjal pembangunan MRT adalah belum diumumkannya pemenang tender proyek, penuntasan pembebasan lahan di sekitar Fatmawati. Bahkan, sebagian warga masih menolak pembangunan MRT di kawasan itu secara layang dan menuntut MRT dibangun dengan konsep bawah tanah (subway).

Mengenai pembiayaan, Pemerintah Pusat telah memutuskan akan menanggung 49 persen biaya investasi dan 51 persen sisanya ditanggung Pemprov DKI. Pihak pendonor, Japan International Cooperation Agency (JICA) tidak keberatan dengan komposisi investasi tersebut.

Sejauh ini, JICA menyetujui peminjaman dana sebesar Rp 15 triliun untuk proyek MRT di ruas Depok-Lebak Bulus sampai Sisingamangaraja dengan konsep jalan layang (luas 9,8 kilometer), dan ruas Senayan sampai Bundaran Hotel Indonesia (HI) dibangun di bawah tanah dengan luas 5,9 kilometer. Namun, belum ada persetujuan pinjaman untuk ruas berikutnya dari Bundaran HI ke Kampung Bandan (8,1 kilometer).

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Ditangkap

    Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Ditangkap

    Megapolitan
    Sebelum Ditangkap, Djeni Hendak Tipu Pemodal Asal Bandung Rp 1,5 Miliar

    Sebelum Ditangkap, Djeni Hendak Tipu Pemodal Asal Bandung Rp 1,5 Miliar

    Megapolitan
    Jaksa Agung Siap Terima Berkas Kasus Penusukan Wiranto

    Jaksa Agung Siap Terima Berkas Kasus Penusukan Wiranto

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Pencuri Spesialis Ponsel di Wilayah Kebon Jeruk

    Polisi Tangkap Pencuri Spesialis Ponsel di Wilayah Kebon Jeruk

    Megapolitan
    Ketika Dijenguk Jaksa Agung, Wiranto Nostalgia Kenangan Tugas di Jawa Timur

    Ketika Dijenguk Jaksa Agung, Wiranto Nostalgia Kenangan Tugas di Jawa Timur

    Megapolitan
    Berawal Lihat-lihatan, Pria di Bekasi Tewas Ditusuk Pria Lansia

    Berawal Lihat-lihatan, Pria di Bekasi Tewas Ditusuk Pria Lansia

    Megapolitan
    Bayar Uang Sekolah, Alasan Perampok Bercelurit di Bekasi Satroni Tempat Cuci Steam

    Bayar Uang Sekolah, Alasan Perampok Bercelurit di Bekasi Satroni Tempat Cuci Steam

    Megapolitan
    Gelapkan 62 Mobil, Djeni Juga Tipu Perusahaan Leasing

    Gelapkan 62 Mobil, Djeni Juga Tipu Perusahaan Leasing

    Megapolitan
    Pasca-penusukan Wiranto, Nila F Moeloek Kaget Diikuti Ratusan Polisi

    Pasca-penusukan Wiranto, Nila F Moeloek Kaget Diikuti Ratusan Polisi

    Megapolitan
    Tiga Perampok Bercelurit di Bekasi Ditangkap, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

    Tiga Perampok Bercelurit di Bekasi Ditangkap, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

    Megapolitan
    DPRD DKI Sudah Harus Pikirkan Posisi Jakarta manakala Ibu Kota Pindah

    DPRD DKI Sudah Harus Pikirkan Posisi Jakarta manakala Ibu Kota Pindah

    Megapolitan
    Melayani Pasien Kurang Mampu, Ini Syarat untuk Menginap di Rumah Singgah Peduli

    Melayani Pasien Kurang Mampu, Ini Syarat untuk Menginap di Rumah Singgah Peduli

    Megapolitan
    Gelapkan 62 Mobil Seorang Diri, Djeni Raup Rp 2,5 Miliar

    Gelapkan 62 Mobil Seorang Diri, Djeni Raup Rp 2,5 Miliar

    Megapolitan
    Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

    Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

    Megapolitan
    Kronologi Penangkapan Djeni Penggelap 62 Mobil Rental, Licin hingga Harus Dijebak

    Kronologi Penangkapan Djeni Penggelap 62 Mobil Rental, Licin hingga Harus Dijebak

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X