Dua Pemuda Tewas dalam Balapan Liar

Kompas.com - 20/03/2013, 03:02 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Dua pemuda tewas terpental dari sepeda motornya masing-masing setelah keduanya bersenggolan di Jalan Taman Mini, Jakarta Timur, Selasa (19/3) dini hari.

Kedua korban adalah Mustofa Awaludin (18) dan Al Apip Sulton (19). Dua warga Bekasi itu diduga terlibat sebagai joki dalam balapan liar yang kerap digelar segerombolan pemuda di Jalan Taman Mini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban memacu sepeda motornya di Jalan Taman Mini dari depan area Pintu I Taman Mini ke arah Mal Tamini Square. Sesampainya di tengah jalan, keduanya bersenggolan. Tubuh mereka terpental hingga membentur trotoar dan pembatas jalan.

Kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Haji Jakarta di Jalan Pondok Gede. Namun, akibat cedera parah pada bagian kepala, nyawa kedua korban tak tertolong.

”Kami menemukan korban sudah tewas di rumah sakit, tetapi belum ada satu pun keluarga yang melapor peristiwa yang dialami kedua korban,” tutur petugas Unit Kecelakaan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Timur Brigadir Kepala Sugit, kemarin siang.

Barang bukti berupa sepeda motor yang dikemudikan kedua korban juga tak ditemukan. ”Bisa diduga keduanya joki balap liar,” katanya.

Pedagang kaki lima di Jalan Taman Mini, Parman (45), menuturkan, bukan rahasia lagi kalau Jalan Taman Mini menjadi ajang balapan liar sepeda motor. Kalangan yang terlibat pada balapan liar itu tak terbatas dari Jakarta, tetapi juga dari Bekasi.

”Biasanya, Selasa dini hari atau malam Minggu, balapan liar digelar,” katanya.

Menurut Kepala Bagian Humas Polres Jakarta Timur Komisaris Didik Hariyadi, balapan liar di sepanjang Jalan Taman Mini arah Pintu I Taman Mini ke Mal Tamini Square sudah meresahkan warga. Polisi sudah secara rutin melaksanakan patroli di sepanjang jalan itu, tetapi balapan liar masih muncul.

”Patroli rutin dilaksanakan di area balapan liar itu. Petugas Polsek (Kepolisian Sektor) Makasar memperoleh bagian patroli di kawasan sekitar Mal Tamini Square, sedangkan Polsek Cipayung patroli di kawasan sekitar Pintu I Taman Mini. Akan tetapi, balapan liar itu masih saja terjadi,” ujar Didik.

Untuk mengendalikan balapan liar itu, pada 2011 Polres Jakarta Timur meminta pihak Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menutup celah separator di sepanjang Jalan Taman Mini yang digunakan untuk memutar arah bagi kendaraan. Itu sebabnya, separator di sepanjang Jalan Taman Mini tak ada lagi jalan untuk memutar kendaraan.

Pada tahun itu pula, lanjut Didik, Polres Jakarta Timur juga meminta pihak Dishub DKI agar memasang rambu kejut di sepanjang Jalan Taman Mini. Karena belum direalisasi, permintaan itu kembali diajukan pada 2012, tetapi hingga saat ini tidak juga direalisasi.

Kepala Polsek Cipayung Komisaris Ua Triyanto mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan kerja sama dari pemerintah untuk mengendalikan balapan liar. ”Setidaknya rambu kejut itu bisa segera direalisasi, itu sudah cukup untuk menekan aksi balap liar di sepanjang Jalan Taman Mini itu,” katanya. (MDN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.