Kompas.com - 20/03/2013, 13:53 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi balap liar di Jalan Taman Mini perbatasan antara Kecamatan Makasar dan Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, telah lama diendus oleh aparat kepolisian. Namun, sejumlah langkah yang telah dilakukan polisi pun tidak membuat para pemuda itu berhenti saling adu kencang motor modifikasi.

Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Didik Haryadi mengatakan, langkah utama dan selalu dilakukan pihaknya adalah menggelar patroli secara rutin. Selain itu, sejumlah personel dari dua kepolisian sektor, yakni Polsek Makasar dan Polsek Cipayung, ditempatkan di titik-titik rawan tersebut.

"Tiap malam sudah agenda polisi patroli di sana, dari pukul 24.00 sampai pukul 04.00. Namun, ketika kami pergi, mereka mulai balapan. Seperti main kucing-kucingan gitu," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (20/3/2013).

Didik melanjutkan, aparat kepolisian memang tidak hanya berjaga secara terus-menerus lokasi rawan balap liar tersebut lantaran keterbatasan personel. Sebab, masih banyak daerah lain di dua wilayah itu yang membutuhkan kehadiran polisi. Oleh sebab itu, Polisi patroli pun memiliki waktu tertentu untuk berjaga secara bergantian.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Polsek Cipayung Komisaris Ua Triyono mengaku tidak berdaya dengan ulah para pebalap liar tersebut. Bahkan, petugas yang tengah berpatroli pernah sampai dilempar batu hingga kaca mobil pecah. Namun, tak diketahui siapa pelempar batu itu lantaran situasi jalanan yang ramai oleh pebalap.

Meski demikian, pihaknya tak berhenti mencari solusi. Polsek Cipayung dan Polsek Makasar telah merekomendasikan pembuatan rambu kejut di jalan sepanjang sekitar 1 kilometer itu melalui Polres Metro Jakarta Timur untuk dilanjutkan ke Wali Kota tahun 2011. Namun, lagi-lagi upaya itu mentok dan tak berbuah hasil hingga kini.

"Sudah kami sampaikan melalui Polres Jakarta Timur, setingkat Muspiko (Musyawarah Pimpinan Kota) ke Wali Kota. Sudah dua kali rapat tetapi enggak juga ada hasilnya," ujar Ua.

Ua menerangkan, kehadiran rambu kejut itu diharapkan mampu meredam kecepatan laju kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Dengan demikian, aktivitas balap liar itu bisa dicegah.

Seperti diketahui, balapan liar yang kerap terjadi di Jalan Taman Mini telah membuat dua remaja tewas, Selasa (19/3/2013) dini hari. Dua  remaja bernama Mustofa Awaludin (18) dan Al Apip Sulton (19) adalah joki motor yang tengah adu balap dengan belasan motor lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.