Kompas.com - 20/03/2013, 21:53 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi menyatakan, Imam Assyaffi (31), seorang pengusaha komputer dan mesin cetak, dibunuh oleh pelaku berinisial D bersama satu rekan pelaku di dalam mobil saat melintas di jalan tol menuju arah Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (16/3/2013). Tubuh korban ditinggal dalam mobil dan diparkir di Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta.

"Saat memasuki jalan tol, korban dijerat dengan kawat oleh pelaku sambil melakukan berbagai hal dan meminta nomor pin (ATM) korban," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Rabu (20/3/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Rikwanto menuturkan, pembunuhan itu bermula saat korban datang ke rumah tersangka D. Saat itu, D dan korban berjalan dengan mobil Suzuki Grand Vitara bernomor polisi B 531 EV milik korban untuk menemui salah satu rekan pelaku. "Korban datang ke rumah D sebagai kawan bisnis. Mereka jalan dengan mobil untuk membicarakan masalah bisnis," ujar Rikwanto.

Namun, dalam perjalanan melewati jalan tol menuju bandara, korban kemudian dihabisi oleh rekan pelaku. Rekan pelaku tersebut menjadi eksekutor pembunuhan. Saat korban dijerat dengan kawat, D berperan sebagai orang yang mengemudikan mobil. Korban berada pada tempat duduk bagian depan mobil di samping tersangka D.

"Rekannya yang duduk pada bagian belakang mobil menjerat leher korban dengan kawat dari bagian belakang," ujar Rikwanto.

Setelah melakukan penganiayaan dengan menjerat leher korban, para pelaku kemudian meminta pin ATM korban. Dalam proses tersebut, korban akhirnya meninggal dunia. "Korban kemudian dipindahkan ke belakang dan diikat," ujar Rikwanto.

Saat ini, pihak kepolisian sudah menetapkan D sebagai tersangka yang terlibat dalam aksi pembunuhan tersebut. Adapun rekan pelaku yang ikut melakukan pembunuhan masih berstatus buron. Polisi sudah mengantongi identitas buronan tersebut. Pembunuhan itu diduga sudah direncanakan sebelumnya oleh para pelaku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.