Jokowi Tunjuk Dirut PT MRT Setelah RUPS

Kompas.com - 21/03/2013, 16:04 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kosongnya posisi Direktur Utama PT MRT Jakarta memberi imbas pada rencana pembangunan moda transportasi massal berbasis rel (mass rapid transit/MRT). Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku baru akan mengambil putusan lanjutan setelah ada rekomendasi calon direktur baru dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Nanti (keputusan) setelah RUPS. Semua akan ditarget. Saya bekerja selalu dengan ukuran yang telah saya tentukan," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Kamis (21/3/2013).

Sejalan dengan itu, Jokowi juga mengaku belum bisa melanjutkan proses tender mega proyek tersebut. Ia berjanji, akan meneruskan proses tender setelah RUPS digelar dan membawa hasil. Namun begitu, Jokowi mengaku belum tahu kapan RUPS itu akan digelar.

"Kalau sudah rampung, organisasinya jelas, sampai ke meja saya, ya saya putuskan," ujarnya.

Untuk diketahui, Jokowi tak memperpanjang masa kerja Tribudi Rahardjo dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT MRT Jakarta. Tidak diperpanjangnya Tribudi dilandasi dua hal, masa jabatan yang berakhir, dan kinerja yang dianggap jeblok.

Jabatan Tribudi sebagai Dirut PT MRT sudah berakhir sejak 19 Februari 2013 lalu. Dari alasan yang dilontarkan Jokowi, tersirat rasa kecewa menjadi acuannya tidak memperpanjang jabatan Tribudi di ujung tanduk keluarnya putusan pembangunan moda transportasi massal berbasis rel (Mass Rapid Transit/MRT).

Ia menyampaikan, di bawah kepemimpinan Tribudi, mega proyek MRT belum menunjukkan kemajuan signifikan, ditambah ancaman kerugian yang selalu membayangi BUMD tersebut. "Kita kan melihat performa, MRT bertahun-tahun mandek, masa mau diteruskan. Kalau rugi masa diteruskan," ujarnya.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

    Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

    Megapolitan
    Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

    Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

    Megapolitan
    Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

    Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

    Megapolitan
    Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

    Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

    Megapolitan
    Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

    Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

    Megapolitan
    Kata Partygoers soal Penolakan Sekelompok Massa Terhadap DWP di Jakarta

    Kata Partygoers soal Penolakan Sekelompok Massa Terhadap DWP di Jakarta

    Megapolitan
    Berkunjung ke Kebun Belimbing yang Masih Tersisa di Kota Belimbing Depok...

    Berkunjung ke Kebun Belimbing yang Masih Tersisa di Kota Belimbing Depok...

    Megapolitan
    Rusunami DP 0 Rupiah Sepi, Anggota DPRD DKI Minta BI Checking Dipermudah

    Rusunami DP 0 Rupiah Sepi, Anggota DPRD DKI Minta BI Checking Dipermudah

    Megapolitan
    Penjambret HP di Kota Tua Tertangkap, Salah Satunya Masih di Bawah Umur

    Penjambret HP di Kota Tua Tertangkap, Salah Satunya Masih di Bawah Umur

    Megapolitan
    Ular Kobra Berkeliaran di Lingkungan Rumah, Warga Duren Sawit Resah

    Ular Kobra Berkeliaran di Lingkungan Rumah, Warga Duren Sawit Resah

    Megapolitan
    PDI-P Dapat Dana Bantuan Parpol Rp 6,68 Miliar dari Pemprov DKI, Akan Dipakai untuk Apa?

    PDI-P Dapat Dana Bantuan Parpol Rp 6,68 Miliar dari Pemprov DKI, Akan Dipakai untuk Apa?

    Megapolitan
    Garuda Indonesia Akui Insiden Pesawat Berhadapan Karena Kesalahan Pilot

    Garuda Indonesia Akui Insiden Pesawat Berhadapan Karena Kesalahan Pilot

    Megapolitan
    Insiden Dua Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan, Pilot Diduga Kerja Overtime

    Insiden Dua Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan, Pilot Diduga Kerja Overtime

    Megapolitan
    Anggota DPR Minta Penangguhan Penahanan untuk Lutfi Alfian agar Tidak Gaduh

    Anggota DPR Minta Penangguhan Penahanan untuk Lutfi Alfian agar Tidak Gaduh

    Megapolitan
    Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibuka untuk Pengunjung, Pengelola Diminta Antisipasi Tumpukan Antrean

    Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibuka untuk Pengunjung, Pengelola Diminta Antisipasi Tumpukan Antrean

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X