Ini Alasan Jokowi Pilih Direksi MRT yang Baru

Kompas.com - 23/03/2013, 14:05 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki alasan tersendiri mengapa memilih empat orang sebagai jajaran direksi megaproyek transportasi massal berbasis rel atau mass rapid transit (MRT). Jokowi menuturkan alasan utama menunjuk empat orang tersebut adalah ingin mempercepat pengadaan transportasi masal yang terpadu dan sistematis satu dengan lain.

"Juga, kan mereka sudah melalui fit and proper test. Dinilai, mereka juga bagus," ujar Jokowi. Tak hanya itu, mantan Wali Kota Surakarta itu menganggap keempat orang tersebut memiliki kapasitas yang mumpuni, baik dari sisi jaringan, maupun tentang pengelolaan keuangan anggaran.

Jokowi menegaskan, pihaknya menekankan hal yang terakhir, yakni soal pengelolaan dana. "Karena ini butuh uang yang tidak sedikit, Rp 39 triliun lho. hati-hati ya," ujarnya serius.

Lebih jauh, Jokowi pun mengaku telah memiliki target dimulainya pembangunan sistem administrasi megaproyek tersebut, yakni satu bulan ke depan. Jokowi berharap, program itu dapat dilakukan dengan baik tanpa halangan.


Sebelumnya diberitakan, PT MRT Jakarta mendapatkan direksi baru untuk menjalankan megaproyek transportasi massal berbasis rel atau mass rapid transit. Penentuan itu didapat dari rapat umum pemegang saham (RUPS) PT MRT Jakarta pada Jumat (22/3/2013) sore.

Adapun jajaran direksi baru PT MRT Jakarta itu adalah Dono Bustami selaku Direktur Utama, M Nasir selaku Direktur Konstruksi, Alberth Farah selaku Direktur Operasi dan Pemeliharaan, dan Tuhyat sebagi Direktur Keuangan. Dono Bustami adalah mantan Chief Finance Officer Indonesia Infrastructure Finance. Ia lulusan Teknik Sipil University of Wisconsin di Platteville, Amerika Serikat dan memperoleh gelar Bachelor of Science. Ia juga meraih gelar Master of Science dari Golden Gate University, San Francisco.

Dalam pengalaman kerjanya, Dono pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Bukit Asam Tbk yang bergerak di bidang pertambangan batu bara pada 2006 hingga 2011. Dono juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan PT Atlas Resources Tbk yang bergerak di bidang pertambangan batu bara sejak 2011 hingga 2012.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ketika Ahok Berbaik Sangka Terhadap Bus Zhong Tong yang Kembali Beroperasi di Jakarta

    Ketika Ahok Berbaik Sangka Terhadap Bus Zhong Tong yang Kembali Beroperasi di Jakarta

    Megapolitan
    Kisah Pemotong Kapal Tua di Utara Jakarta, Pertaruhkan Keselamatan demi Rupiah

    Kisah Pemotong Kapal Tua di Utara Jakarta, Pertaruhkan Keselamatan demi Rupiah

    Megapolitan
    Rusman Jadi Penjahit Langganan Jokowi Sejak Dikenalkan Ahok

    Rusman Jadi Penjahit Langganan Jokowi Sejak Dikenalkan Ahok

    Megapolitan
    3 Fakta Tumpukan Sampah Bambu di Kali Cikeas, Bekasi

    3 Fakta Tumpukan Sampah Bambu di Kali Cikeas, Bekasi

    Megapolitan
    Cerita Penjahit Langganan, Jokowi Kini Memilih Model “Slim Fit”

    Cerita Penjahit Langganan, Jokowi Kini Memilih Model “Slim Fit”

    Megapolitan
    BMKG: Waspada Hujan Petir di Jakarta Selatan dan Timur Malam Ini

    BMKG: Waspada Hujan Petir di Jakarta Selatan dan Timur Malam Ini

    Megapolitan
    Antisipasi Demo, Polisi Kembali Tutup Jalan di Sekitar Gedung DPR RI

    Antisipasi Demo, Polisi Kembali Tutup Jalan di Sekitar Gedung DPR RI

    Megapolitan
    SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

    SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

    Megapolitan
    SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

    SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

    Megapolitan
    Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

    Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

    Megapolitan
    Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

    Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

    Megapolitan
    Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

    Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

    Megapolitan
    Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

    Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

    Megapolitan
    9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

    9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

    Megapolitan
    Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

    Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X