Rasyid Rajasa Divonis Hari Ini

Kompas.com - 25/03/2013, 09:37 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Rasyid Amrullah Rajasa, terdakwa kasus kecelakaan maut di Tol Cikampek Km 3+335, 1 Januari 2013 lalu, akan menjalani sidang terakhir dengan agenda vonis di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Senin (25/3/2013) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Sesuai dengan jadwal, hari ini sidang putusan, pukul 09.00 WIB. Mudah-mudahan tidak ada halangan," ujar Janiko Girsang, perwakilan Humas PN Jakarta Timur, saat dihubungi Kompas.com, Senin pagi.

Janiko melanjutkan, tidak ada persiapan khusus jelang sidang vonis putra Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa tersebut. Semua hal, mulai dari pengamanan hingga perangkat sidang sama seperti sidang-sidang Rasyid sebelumnya. "Sama semua, tak ada yang dibedakan," ujarnya.

Pria yang ikut menjadi salah satu hakim anggota dalam sidang Rasyid tersebut mengungkapkan, apa yang akan diputuskan dalam sidang kali ini dipastikannya telah memenuhi unsur keadilan dan telah sesuai fakta persidangan sebelumnya. "Pastinya kita memutuskan berdasarkan fakta hukum yang dijumpai selama sidang," lanjutnya.

Rasyid adalah tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi arah Bogor, KM 3+335, pada 1 Januari 2013 pagi. Mobil BMW B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menghantam angkutan umum jenis Daihatsu Luxio F 1622 CY hingga dua penumpangnya, Harun (60) dan Rehan (1,5) meninggal dunia serta tiga orang lain luka-luka.

Polisi menerapkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal yang dikenakan yakni Pasal 283 tentang Mengemudi dalam Kondisi Tertentu, Pasal 287 tentang Melanggar Rambu Lalu Lintas, dan Pasal 310 mengenai Kelalaian Mengemudi yang Menyebabkan Orang Lain Meninggal.

Rasyid terancam hukuman lima tahun kurungan penjara. Meski demikian, dalam persidangan dengan 27 saksi, jaksa penuntut umum menuntut Rasyid 8 bulan kurungan penjara dengan masa percobaan 12 bulan subsider 6 bulan kurungan penjara. Pasalnya, Rasyid terbukti melanggar Pasal 310 Ayat (4) tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 dan subsider Pasal 310 Ayat (3).

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    [UPDATE 20 Januari]: Muncul 59 Kasus Baru, Total 5.339 Kasus di Kota Tangerang

    [UPDATE 20 Januari]: Muncul 59 Kasus Baru, Total 5.339 Kasus di Kota Tangerang

    Megapolitan
    UPDATE 20 Januari: Bertambah 14 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 4.410

    UPDATE 20 Januari: Bertambah 14 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 4.410

    Megapolitan
    Kejari Kota Tangerang Buat 2 Inovasi Cegah Percaloan Layanan Tilang

    Kejari Kota Tangerang Buat 2 Inovasi Cegah Percaloan Layanan Tilang

    Megapolitan
    Pemkot Tangerang Akan Berlakukan Sitem Looping di Simpang Tiga Gondrong

    Pemkot Tangerang Akan Berlakukan Sitem Looping di Simpang Tiga Gondrong

    Megapolitan
    Pedagang Daging Sapi Mogok, Kios Daging di Tangsel Tutup

    Pedagang Daging Sapi Mogok, Kios Daging di Tangsel Tutup

    Megapolitan
    Hari Ke-12 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Tim Sar Evakuasi 1 Kantong Serpihan Pesawat

    Hari Ke-12 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Tim Sar Evakuasi 1 Kantong Serpihan Pesawat

    Megapolitan
    Update 20 Januari: Jaktim Sumbang Kasus Terbesar Covid-19 di Jakarta

    Update 20 Januari: Jaktim Sumbang Kasus Terbesar Covid-19 di Jakarta

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Terduga Penguras ATM di Poris Indah

    Polisi Tangkap Terduga Penguras ATM di Poris Indah

    Megapolitan
    Kuasa Hukum: John Kei Tak Ada di Lokasi Pembunuhan Anak Buah Nus Kei

    Kuasa Hukum: John Kei Tak Ada di Lokasi Pembunuhan Anak Buah Nus Kei

    Megapolitan
    Jakarta Masuki Periode Puncak Penambahan Kasus Covid-19 Efek Libur Panjang

    Jakarta Masuki Periode Puncak Penambahan Kasus Covid-19 Efek Libur Panjang

    Megapolitan
    Pengguna Layanan Hotline Isolasi PMI Meningkat Seiring Naiknya Kasus Covid-19

    Pengguna Layanan Hotline Isolasi PMI Meningkat Seiring Naiknya Kasus Covid-19

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Gandeng 2 BUMN untuk Atasi Kelangkaan Daging Sapi

    Pemkot Bekasi Gandeng 2 BUMN untuk Atasi Kelangkaan Daging Sapi

    Megapolitan
    Layanan Konsultasi untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Bisa Hubungi Nomor Ini!

    Layanan Konsultasi untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Bisa Hubungi Nomor Ini!

    Megapolitan
    Pedagang Daging Sapi Mogok, Pemprov DKI Minta Masyarakat Pilih Sumber Protein Alternatif

    Pedagang Daging Sapi Mogok, Pemprov DKI Minta Masyarakat Pilih Sumber Protein Alternatif

    Megapolitan
    Kuasa Hukum: Uang yang Diberikan John Kei ke Anak Buah Bukan untuk Bunuh Nus Kei

    Kuasa Hukum: Uang yang Diberikan John Kei ke Anak Buah Bukan untuk Bunuh Nus Kei

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X