Kuasa Hukum Yakin Rasyid Bukan Penyebab Kematian

Kompas.com - 25/03/2013, 11:26 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Rasyid Amrullah Rajasa akan menjalani sidang vonis di Pengadilan Negri Jakarta Timur, atas kasus kecelakaan di Tol Jagorawi, 1 Januari 2013 silam. Jelang vonis, kuasa hukum Rasyid berharap majelis hakim membebaskan kliennya dari seluruh tuntutan.

"Sesuai dengan pledoi, kami tetap minta Rasyid dibebaskan, karena penyebab kematian korban bukan karena klien kami," ujar Ananta Budiartika, salah seorang kuasa hukum Rasyid kepada Kompas.com, Senin (25/3/2013) pagi.

Ananta melanjutkan, pihaknya optimis atas bisa dibebaskan putra bungsu Menteri Koordinator Perekonomian RI, Hatta Rajasa tersebut. Hal itu ditunjukan dari saksi-saksi, baik saksi ahli atau pun saksi biasa yang hadir selama persidangan tidak mampu membuktikan kesalahan kliennya.

Meski demikian, kuasa hukum telah menyerahkan sepenuhnya putusan terhadap kliennya kepada majelis hakim yang diketuai J. Suharjono itu. Sebab, masalah putusan terhadap terdakwa, dikatakan Ananta, menyangkut tugas dan kewenangan hakim sesuai dengan fakta sidang.

"Itu kan tugas dan wewenang hakim. Kami tinggal menunggu saja. Yang penting, Insya Allah kami optimis," lanjut Ananta.

Lebih jauh, lanjut Ananta, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan, baik Rasyid atau pun kuasa hukum. Berdasarkan komunikasi dengan Rasyid, Minggu malam, Rasyid yang mengaku dalam kondisi sehat tersebut hanya berbicara tentang hobinya berburu kepada kuasa hukum dan tak spesifik membicarakan sidang vonisnya.

Adapun, sidang yang sesuai jadwal digelar pukul 09.00 WIB di Ruangan Sidang Utama tersebut, dipastikan tak dihadiri sang ayah. Seperti pada sidang terdahulu, Rasyid dipastikan hanya ditemani oleh ibunda, keluarga, dan kerabatnya.

Rasyid adalah tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi arah Bogor, KM 3+335, pada pada 1 Januari 2013 pagi. Mobil BMW B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menghantam angkutan umum jenis Daihatsu Luxio F 1622 CY hingga dua penumpangnya, Harun (60) dan Rehan (1,5) meninggal dunia serta tiga orang lain luka-luka. Polisi menerapkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal yang dikenakan yakni 283 tentang Mengemudi dalam Kondisi Tertentu, Pasal 287 tentang Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Pasal 310 mengenai Kelalaian Mengemudi yang Menyebabkan Orang Lain Meninggal. Rasyid terancam hukuman lima tahun kurungan penjara.

Meski demikian, dalam persidangan dengan 27 orang saksi, jaksa peununtut umum menuntut Rasyid 8 bulan kurungan penjara dengan masa percobaan 12 bulan subsidair 6 bulan kurungan penjara. Sebab Rasyid terbukti melanggar Pasal 310 ayat (4) tentang lalu lintas dan angkutan jalan Undang-undang Lalu Lintas nomor 22 Tahun 2009 dan subsidair Pasal 310 ayat (3).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

[UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

Megapolitan
Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di rumah

Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di rumah

Megapolitan
Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

Megapolitan
Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

Megapolitan
Hari Ini Jangan Lupa Pakai Masker Sebelum Naik MRT

Hari Ini Jangan Lupa Pakai Masker Sebelum Naik MRT

Megapolitan
Pemkot Tangerang Keluarkan Seruan Penggunaan Masker di Luar Rumah

Pemkot Tangerang Keluarkan Seruan Penggunaan Masker di Luar Rumah

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

[UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

Megapolitan
BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

[UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

Megapolitan
Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Megapolitan
Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

Megapolitan
PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X