Divonis Bersalah, Rasyid Rajasa Tak Ditahan

Kompas.com - 25/03/2013, 15:02 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Rasyid Amrullah Rajasa (22), terdakwa kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi Km 3+335, divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Namun, hakim memutuskan Rasyid tak ditahan.

Dalam amar putusan, Ketua Majelis Hakim Suharjono mengatakan, terdakwa terbukti melanggar Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan subsider Pasal 310 Ayat (3). Oleh sebab itu, Rasyid divonis lima bulan hukuman penjara serta denda sebesar Rp 12 juta. Apabila tidak dibayar, maka Rasyid dikenakan masa percobaan enam bulan.

"Hukuman pidana akan dijalankan apabila, dalam tenggang waktu enam bulan belum berakhir putusan hakim, terpidana terbukti bersalah melakukan tindak pidana," ujar Suharjono, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (25/3/2013).

Menurut Suharjono, putusan itu telah diberikan seusai asas keadilan atas pertimbangan 17 saksi yang dihadirkan dalam persidangan. Adapun putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). JPU menuntut Rasyid dengan 8 bulan kurungan penjara dengan masa percobaan 12 bulan dan tuntutan subsider 6 bulan kurungan penjara.

Sidang vonis dimulai tepat pukul 10.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Turut hadir menyaksikan sidang itu, ibunda Rasyid, Oktiniwati; kekasih Rasyid, Prila Kinanti; serta keluarga besar dan rekan-rekan Rasyid. Tak tampak wajah gembira atas vonis tersebut. Rasyid didampingi kuasa hukum serta sang ibu langsung keluar ruang sidang utama melalui pintu belakang dengan dikawal petugas kepolisian.

Rasyid adalah tersangka kasus kecelakaan maut di Km 3+335 Tol Jagorawi arah Bogor pada 1 Januari 2013 pagi. Mobil BMW B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menghantam Daihatsu Luxio F 1622 CY hingga dua penumpangnya, Harun (60) dan Raihan (1,5), meninggal dunia, serta tiga orang lain luka-luka.

Berita terkait, baca:

Insiden BMW Maut di Jagorawi

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Tangkap Wanita yang Buang Bayinya di Selokan di Pulogadung

    Polisi Tangkap Wanita yang Buang Bayinya di Selokan di Pulogadung

    Megapolitan
    Sejak Pedagang Daging Mogok Massal, RPH Kota Bekasi Tak Beroperasi

    Sejak Pedagang Daging Mogok Massal, RPH Kota Bekasi Tak Beroperasi

    Megapolitan
    Anies Minta Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

    Anies Minta Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

    Megapolitan
    Jenazah Pasien Covid-19 Bisa Dimakamkan di Pemakaman Mana Saja asal Terapkan Prokes

    Jenazah Pasien Covid-19 Bisa Dimakamkan di Pemakaman Mana Saja asal Terapkan Prokes

    Megapolitan
    Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

    Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

    Megapolitan
    Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

    Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

    Megapolitan
    Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

    Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

    Megapolitan
    Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

    Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

    Megapolitan
    Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

    Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

    Megapolitan
    Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

    Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

    Megapolitan
    Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

    Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

    Megapolitan
    Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

    Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

    Megapolitan
    Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

    Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

    Megapolitan
    Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

    Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

    Megapolitan
    Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

    Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X