Hakim : Biaya Perkara Rp 2.000 Ditanggung Rasyid

Kompas.com - 26/03/2013, 08:20 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menegaskan tidak mengabulkan permohonan kuasa hukum Rasyid Amrullah Rajasa bahwa biaya perkara sidang sebesar Rp 2.000 dibayar oleh negara.

"Terdakwa yang membayar, bukan negara," kata Janiko Girsang, Humas PN Jakarta Timur kepada Kompas.com, Senin (25/3/2013).

Janiko yang juga menjadi hakim anggota dalam persidangan putra bungsu Menteri Koordinator Perekonomian RI, Hatta Rajasa itu mengatakan, terdakwa wajib membayar biaya perkara jika dalam tenggang waktu 7 x 24 jam diketahui telah menerima hasil putusan yang dijatuhkan hakim.

"Itu diberikan kepada jaksa jika vonis sudah berkekuatan hukum tetap selama tujuh hari. Kalau banding, kan berarti belum," ujar Janiko.

Sebelumnya, kuasa hukum Rasyid, Ananta Budiartika mengklaim bahwa biaya perkara sebesar Rp 2.000 telah ditanggung negara. Hal itu sesuai dengan permohonan kuasa hukum kepada hakim dalam sidang Rasyid terdahulu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Rasyid adalah tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi Km 3+335, tanggal 1 Januari 2013. Mobil BMW B 272 HR yang dikemudikannya menghantam mobil Daihatsu Luxio F 1622 CY hingga dua penumpangnya, Harun (60) dan Reihan (1,5) tewas serta tiga orang lain menderita luka.

Dalam persidangan, Rasyid terbukti melanggar Pasal 310 Ayat (4) dan Pasal 310 Ayat (2) Undang-undang Lalu Lintas nomor 22 Tahun 2009, dia divonis 5 bulan penjara dan denda Rp 12 juta dengan masa percobaan 6 bulan penjara. Jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum, yakni 8 bulan penjara dengan masa percobaan 12 bulan dan subsider 6 bulan penjara.

Berita terkait, baca :

INSIDEN BMW MAUT DI JABOTABEK

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Wakapolri Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolda yang Tak Serius Tangani Covid-19

    Wakapolri Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolda yang Tak Serius Tangani Covid-19

    Megapolitan
    Nilai Rapor Jadi Pertimbangan Lulus Ujian SIMAK UI

    Nilai Rapor Jadi Pertimbangan Lulus Ujian SIMAK UI

    Megapolitan
    Pilkada Depok, PSI Manfaatkan Kesempatan untuk Perkuat Mesin Partai

    Pilkada Depok, PSI Manfaatkan Kesempatan untuk Perkuat Mesin Partai

    Megapolitan
    [HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

    [HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

    Megapolitan
    Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

    Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

    Megapolitan
    Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

    Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

    Megapolitan
    Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

    Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

    Megapolitan
    Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

    Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

    Megapolitan
    Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

    Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

    Megapolitan
    PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

    PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

    Megapolitan
    Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

    Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

    Megapolitan
    Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

    Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

    Megapolitan
    Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

    Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

    Megapolitan
    UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

    UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

    Megapolitan
    Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

    Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X