Basuki Ingin Batalkan Pinjaman World Bank untuk JEDI - Kompas.com

Basuki Ingin Batalkan Pinjaman World Bank untuk JEDI

Kompas.com - 27/03/2013, 14:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta merencanakan untuk membatalkan pinjaman World Bank untuk pelaksanaan proyek gagasan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, yaitu Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI). Pasalnya, perjanjian antara World Bank bersama Pemprov DKI dan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum berlangsung lama, yaitu lima tahun. Sehingga, menurut dia, bunga untuk mengembalikan pinjaman itu akan terus meningkat.

Untuk diketahui, proyek JEDI itu merupakan upaya pengendalian banjir melalui normalisasi dan pengerukan 13 sungai di Jakarta. "Mereka bikin perjanjian pengerukan dari tahun 2012-2017, makanya saya bilang Bank Dunia kok kasih waktu sampai lima tahun, kan ada bunganya," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Rabu (27/3/2013).

Menurut Basuki, waktu lima tahun untuk melakukan pengerukan sungai adalah waktu yang sangat lama dan sangat panjang. Bahkan, Basuki menyebutkan kalau dia yang mengerjakan proyek itu tahun ini, maka tahun ini pula dia selesaikan pengerukan tersebut.

"Pekerjaan untuk mengeruk sungai itu saya pekerjaan mengeruk sungai dan segala macam dua tahun saja sudah kelamaan, kenapa anda sampai tahun 2017? Kalau begitu caranya, lebih baik kita tolak," kata Basuki.

Apabila kontrak pinjaman antara Pemprov DKI dengan World Bank dibatalkan, Basuki mengatakan, kembali dia akan mengandalkan pembiayaan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Basuki mengaku capek dengan lamanya penyelesaian program tersebut dan akan mengajak pihak Kementerian Pekerjaan Umum untuk membatalkan kontrak bantuan pinjaman.

Sekadar informasi, untuk menanggulangi banjir Ibu Kota, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo telah menggagas proyek itu sejak tahun 2008. Realisasi proyek JEDI dilakukan secara bertahap dan dibagi dalam tujuh paket pengerjaan. Dari tujuh paket itu, tiga paket dikerjakan Pemprov DKI, dua oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dan dua lainnya oleh Cipta Karya melalui bantuan dana World Bank.

Pengajuan pinjaman ke World Bank sebenarnya sudah sejak tahun 2008, namun karena hambatan birokrasi, realisasinya baru terjadi tahun 2012 lalu. Tender proyek JEDI pun telah berjalan dengan melibatkan 14 perusahaan termasuk dari Korea, China, India, dan Taiwan. Jika proyek ini selesai, diprediksi dapat mengurangi banjir sekitar 30 persen titik banjir Jakarta.

Secara keseluruhan proyek JEDI meliputi 57 kelurahan di 4 wilayah DKI Jakarta. Yakni di Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Proyek JEDI ini diharapkan mampu membebaskan permukiman warga dari banjir. Secara rinci, tujuh paket itu antara lain :

Paket I yang dikerjakan Dinas PU DKI, meliputi pengerukan dan pemasangan sheet pile di Ciliwung, Gunung Sahari Drain, Waduk Melati (Saluran Gresik dan Upper Cideng Drain)

Paket II yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, meliputi pengerukan dan pemasangan sheet pile Cengkareng Floodway dan Lower Sunter Floodway

Paket III, dikerjakan Cipta Karya, meliputi pengerukan dan pemasangan sheet pile Cideng Thamrin Drain (sub marco drain on 5 roads)

Paket IV dikerjakan Dinas PU DKI, meliputi pengerukan dan pemasangan sheet pile Sentiong Sunter Drain, Waduk Sunter Utara, Waduk Sunter Selatan, Waduk Sunter Timur III

Paket V dikerjakan Cipta Karya, meliputi pengerukan dan pemasangan sheet pile Tanjungan Drain dan Lower Angke Drain

Paket VI dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, meliputi pengerukan dan pemasangan sheet pile Banjir Kanal Barat dan Upper Sunter Floodway

Paket VII dikerjakan Dinas PU DKI, meliputi pengerukan dan pemasangan sheet pile Grogol Sekretaris Drain, Jelakeng-Pakin-Kalibesar, dan Krukut Cideng Drain (Krukut Lama Drain). Untuk pengerukan lumpur, nantinya akan ditiriskan, kemudian dibuang ke kawasan Ancol menggunakan truk kedap air. Sedangkan sampahnya dibuang ke TPA Bantargebang.

Berita terkait, baca :

GEBRAKAN JOKOWI-BASUKI


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHertanto Soebijoto

    Terkini Lainnya


    Close Ads X