Mencoba Kabur, Pencuri Motor Tewas Ditembak

Kompas.com - 27/03/2013, 18:33 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Polsektro Mampang Prapatan, Rabu (27/3/2013) sekitar pukul 04.00 WIB menggagalkan pencurian kendaraan bermotor. Satu dari empat tersangka pelaku, Pendi (26) tewas ditembak setelah mencoba melarikan diri.

Kapolsektro Mampang Prapatan, Kompol Bambang Hari Wibowo mengatakan, para pelaku beraksi menggunakan dua buah sepeda motor, yaitu Yamaha Mio merah dengan nomor polisi B 6275 BTU dan Honda Vario hitam dengan nopol B 6122 VEQ.

Ketiga petugas memergoki aksi mereka, dua motor tersebut ditinggalkan di lokasi kejadian.

"Tersangka tewas tertembak di bagian punggung saat proses pengejaran," kata Bambang, Rabu (27/3/2013) sore di kantornya.


Kejadian itu berawal saat polisi mendapatkan laporan bahwa warga di Jalan Mampang Prapatan VI, Jakarta Selatan, telah menggagalkan upaya pencurian sebuah sepeda motor Yamaha Vega dengan nopol B 6736 SKS milik Supandi sekitar pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang didapat dari warga, polisi mengetahui ciri-ciri tersangka serta kendaraan yang  mereka gunakan.

Polisi kemudian melakukan patroli dan memergoki para pelaku sedang beraksi di sebuah rumah di Jalan Mampang Prapatan XV, Kelurahan Tegal Parang, Jakarta Selatan.

Bambang menjelaskan dua tersangka melompati pagar untuk masuk ke dalam rumah calon korbannya. Sedangkan dua tersangka lain berjaga di luar rumah itu.

Selain menggagalkan upaya pencurian dan menembak seorang tersangka, polisi juga mengamankan dua unit sepeda motor pelaku, sebuah kunci T dan tiga anak kunci lainnya.

"Tiga pelaku yang berhasil kabur saat ini tengah dalam pengejaran petugas, sedangkan jenazah Pendi telah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati," kata Bambang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Modus Ojek Pangkalan Kelabui Penumpang di Terminal Kalideres, Tarif Rp 200.000 Disebut 20

Modus Ojek Pangkalan Kelabui Penumpang di Terminal Kalideres, Tarif Rp 200.000 Disebut 20

Megapolitan
 Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X