Program Dokter Keluarga Akan Dimulai di Priok dan Marunda

Kompas.com - 27/03/2013, 18:51 WIB
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Program dokter keluarga di DKI Jakarta akan segera dimulai di Kelurahan Tanjung Priok dan Marunda, Jakarta Utara. Dokter keluarga akan diberi tugas menjaga kesehatan sekitar 2.000-3.000 jiwa di setiap wilayah tugasnya. Dokter akan bersikap proaktif berkunjung ke masyarakat untuk melakukan berbagai langkah preventif.

"Kita pilih daerah itu karena penduduknya padat, tingkat penyebaran penyakit cukup tinggi, habis banjir juga," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati, di Balaikota Jakarta, Rabu (27/3/2013).

Pemprov DKI Jakarta membentuk program dokter keluarga untuk memperkuat pelayanan primer. Tugasnya, promosi hidup sehat, pencegahan dan pengendalian penyakit kronis, deteksi dini, dan pelaporan penyakit menular. Harapannya, angka orang sakit dapat dikendalikan sehingga jumlah kunjungan ke rumah sakit menjadi berkurang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, dokter keluarga ini lebih banyak bertugas mencegah orang agar tidak sakit atau tidak sakit lebih parah. Penunjukan dokter keluarga ini akan ditentukan bersama antara Pemprov DKI dan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Jakarta.

"Jumlahnya sekitar 600 orang. Angka ini berasal dari 1,2 juta jumlah penduduk miskin di Jakarta dibagi dengan 2.000 warga yang harus dilayani setiap dokter," kata Basuki.

Mekanismenya, Pemprov DKI Jakarta akan menyediakan anggaran di awal bulan untuk para dokter keluarga itu dengan sistem kapitasi. Ada atau tidak ada orang sakit, dana itu bisa dipakai dokter. Alokasi anggaran yang disediakan untuk dokter keluarga masih dalam penggodokan dengan perkiraan Rp 5.000, Rp 7.000, atau Rp 10.000 per orang per bulan.

Setiap dokter keluarga diharapkan mampu melayani kesehatan untuk 2.000 warga di tempat tugasnya dalam sebulan. Basuki berkeyakinan, model pelayanan seperti ini menguntungkan pasien Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan dokter. Pasien tidak perlu datang ke puskesmas karena sudah ada dokter keluarga di lingkungannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, dokter keluarga mendapat keuntungan karena akan mendapat honor berdasarkan jumlah warga yang sehat. Model pelayanan ini ditargetkan bisa diterapkan dalam waktu dekat. Untuk sementara, Pemprov DKI juga tidak akan memberikan syarat terlalu ketat bagi calon pasien. Basuki yakin tidak banyak orang kaya mau menerima pelayanan kesehatan dasar ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.