Kompas.com - 02/04/2013, 10:47 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Rutinitas kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dinilai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membosankan. Kegiatan tersebut, kata dia, selalu digelar dengan monoton.

"Kegiatan ini jangan hanya jadi rutinitas. Saya sudah delapan tahun ikut Musrenbang, monoton dan membosankan. Bapak, Ibu bosan ndak? Bosan, kan," kata Jokowi saat membuka Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DKI Jakarta Tahun 2014 di Balai Agung, Balaikota Jakarta, Selasa (2/4/2013).

Hal itu dikatakan dia di depan ratusan peserta Musrenbang. Menurut mantan Wali Kota Surakarta itu, kegiatan tersebut menjadi rutinitas setiap tahun. Dari tahun ke tahun, kegiatan tersebut selalu digelar dengan monoton, formal, membosankan, dan hanya berorientasi pada prosedur.

Untuk itu, Jokowi meminta dibuat terobosan untuk gelaran Musrenbang di tahun-tahun mendatang. Ia meminta kegiatan ini digelar di ruang terbuka dan digelar dengan berorientasi pada hasil.

"Kita harus berani menerobos rutinitas yang membosankan. Musrenbang tidak harus di dalam ruangan. Misalnya, merencanakan perombakan sebuah wilayah, mengapa tidak diadakan di Marunda? Sehingga orang melihat perubahan," ujarnya.

Musrenbang digelar sebagai forum antar-pemangku kepentingan dan sebagai bagian dari proses perencanaan partisipatif dalam penyusunan RKPD. Musrenbang ini juga digelar sebagai kelanjutan Musrenbang yang dilakukan secara berjenjang mulai tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota/kabupaten administrasi yang didahului rembuk warga di tingkat RW sejak awal 2013.

Tema Musrenbang kali ini adalah "Memantapkan Layanan Publik Menuju Jakarta Baru yang Sejahtera". Adapun kebijakan pembangunan di DKI dalam RKPD 2014 telah diselarasi dengan pembangunan nasional yang berorientasi pada pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment.

Tampak hadir di acara tersebut Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, perwakilan DPD RI, perwakilan Bappenas, perwakilan Kementerian Keuangan, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Sekretaris Daerah, seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta perwakilan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.