Kompas.com - 03/04/2013, 23:19 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Kukuh Hadisantoso berjanji akan meniru gaya blusukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kukuh mengatakan hanya akan berada di kantor selama dua jam, selebihnya berkeliling lapangan dan mengenal wilayah.

"Saya akan melakukan sidak (inspeksi mendadak) terus-menerus dan saya akan ikut blusukan seperti yang dilakukan oleh Pak Gubernur. Bisa saja tiba-tiba saya ada di Jakarta Timur, kemudian ada di Jakarta Utara. Itu yang akan saya lakukan," kata Kukuh di Balaikota Jakarta, Rabu (3/4/2013).

Dalam menjalankan program kerja Satpol PP, ia juga akan mengedepankan komunikasi antara personel dan masyarakat. Hal itu dilakukan terutama sebelum Satpol PP melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Kukuh meminta agar masyarakat tidak menganggap negatif perlengkapan pentungan, yang kini sudah hilang dari seragam Satpol PP. Menurutnya, keberadaan pentungan justru berguna untuk melindungi masyarakat, bukan untuk menghajar masyarakat.

"Di kala masyarakat ada kesulitan, tampillah Satpol PP. Kita ini abdi masyarakat, bukan harus menggebuk majikan kita, tapi kita harus melindungi masyarakat semua," ujar Kukuh.

Selain itu, ia juga berjanji akan memberdayakan personel Satpol PP untuk berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain. Saat terjadi kebakaran, misalnya, Kukuh akan mengerahkan personelnya untuk mengamankan situasi lokasi kebakaran. Selain itu, ia juga akan mengerahkan personel untuk membantu Dinas Perhubungan DKI dalam mengatasi kemacetan di Ibu Kota.

"Jakarta ini kan penduduknya makin bertambah, personel Satpol PP itu tidak sebanding dengan jumlah penduduk Jakarta. Ya, kalau bisa Satpol PP diberdayakan saja dan kami siap membantu SKPD," kata mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum DKI itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum dilantik menjadi Kepala Satpol PP DKI, Kukuh pernah menjabat sebagai Kepala Biro Umum DKI. Namun, belum genap dua bulan menjabat posisi itu, Kukuh kemudian dilantik menggantikan posisi Effendy Anas yang telah memasuki usia pensiun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.