Basuki: Bank Dunia Ajarkan Kita Jadi Komunis

Kompas.com - 04/04/2013, 15:12 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pinjaman dari Bank Dunia terkait proyek pengerukan 13 sungai atau yang lebih dikenal dengan Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) terancam dibatalkan. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama persyaratan yang telah ditetapkan Bank Dunia sangat mendikte Pemprov DKI.

"Kenapa Bank Dunia mendikte kita untuk mengganti rugi warga bantaran kali dengan uang? Berarti mereka mengajarkan untuk menjadi komunis namanya," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (4/4/2013).

Menurut Basuki, Bank Dunia memerintahkan Pemprov DKI harus membayar ganti rugi berupa uang kepada warga di bantaran sungai selama pengerukan. Basuki tak sepakat dengan cara Bank Dunia itu. Ia hanya bersedia untuk menyediakan rumah susun yang layak bagi warga bantaran sungai.

"Itu baru namanya Pancasilais. Kalo misalnya kita usir warga miskin, dan kita bangun rusun untuk warga yang kaya saja, berarti namanya kapitalis," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu.

Saat ini, kata dia, Pemprov DKI masih menunggu jawaban Bank Dunia, apakah mereka bersedia untuk membantu dan menyelesaikan pengerjaan selama dua tahun. Apabila persyaratan itu tidak dapat dipenuhi Bank Dunia, maka ia berencana untuk memasukkan JEDI dalam APBD Perubahan DKI 2013. Selain itu, proyek JEDI juga direncanakan menggunakan dana pusat, APBN.

"Bayangin ya tahun 2008 mulai, tahun 2013 sudah lima tahun, tapi belum tanda tangan. Sudah mau tanda tangan pun, lima tahun baru selesai dia kerjakan. Apa tuh maksudnya? Bisa-bisa sungai kita terendap lumpur lagi dan bisa jadi kita habiskan lima tahun Rp 1,2 triliun, tapi tidak ada manfaat yang banyak," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Sekadar informasi, untuk menanggulangi banjir Ibu Kota, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo telah menggagas proyek JEDI sejak 2008. Realisasi proyek ini dilakukan secara bertahap dan dibagi dalam tujuh paket pengerjaan. Dari tujuh paket itu, tiga paket dikerjakan Pemprov DKI, dua oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), dan dua lainnya oleh Cipta Karya melalui bantuan dana Bank Dunia.

Pengajuan pinjaman ke Bank Dunia sebenarnya sudah sejak tahun 2008. Namun, karena hambatan birokrasi, realisasinya baru terjadi tahun 2012 lalu. Tender proyek JEDI pun telah berjalan dengan melibatkan 14 perusahaan, termasuk dari Korea, China, India, dan Taiwan. Jika selesai, proyek ini diprediksi dapat mengurangi banjir sekitar 30 persen titik banjir Jakarta.

Secara keseluruhan, proyek JEDI meliputi 57 kelurahan di 4 wilayah DKI Jakarta, yakni di Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Proyek JEDI ini diharapkan mampu membebaskan permukiman warga dari banjir.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

    Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

    Megapolitan
    Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

    Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

    Megapolitan
    Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

    Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

    Megapolitan
    Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

    Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

    Megapolitan
    Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

    Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

    Megapolitan
    Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

    Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

    Megapolitan
    Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

    Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

    Megapolitan
    DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

    DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

    Megapolitan
    Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

    Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

    Megapolitan
    Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

    Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

    Megapolitan
    Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

    Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

    Megapolitan
    PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

    PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

    Megapolitan
    Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

    Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

    Megapolitan
    [Update 29 November]: Bertambah 34, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tercatat 2.870

    [Update 29 November]: Bertambah 34, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tercatat 2.870

    Megapolitan
    Satgas Covid-19 Kota Bogor Pertimbangkan Cabut Laporan Polisi terhadap RS Ummi

    Satgas Covid-19 Kota Bogor Pertimbangkan Cabut Laporan Polisi terhadap RS Ummi

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X