Kompas.com - 06/04/2013, 11:08 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang gadis remaja berinisial ESR (14) mengaku diperkosa secara bergilir oleh sekitar 10 teman remaja pria di sebuah kontrakan di Jakarta Timur. Salah satu pelaku tindakan bejat dikenal korban tak lain melalui situs jejaring sosial, Facebook.

Siswi kelas 2 SMP itu menuturkan, peristiwa tersebut bermula dari perkenalannya dengan seorang pria berinisial IM di pertengahan bulan Februari 2013 di situs jejaring sosial Facebook. Setelah lama berkomunikasi, mereka sepakat untuk bertemu di salah satu tempat di Jakarta Timur pada suatu siang di tanggal 1 Maret 2013.

"Di kontrakan itu, saya dipegang-pegang sama dia, dipaksa. Tapi belum sampai disetubuhi," ujar ESR kepada wartawan, Jumat (5/4/2013).

Menjelang sore, ESR mengaku dibawa oleh IM ke tempat nongkrong sehari-hari untuk bertemu dengan teman-teman yang lain. Sempat kembali ke kontrakan tersebut untuk menemani salah seorang teman IM mengaji, ESR pun dibawa lagi ke tempat nongkrong pada malam harinya. Saat itulah, ESR mulai diperlakukan tidak senonoh. ESR mengaku dicekoki minum-minuman keras serta rokok oleh sekitar 10 orang rekan IM hingga setengah sadar.

Setelah itu, ESR hanya mengaku ingat dibawa kembali ke kontrakan dengan dibonceng motor oleh IM. Selain itu, ESR mengaku tidak mengingat peristiwa lain. "Pokoknya pas bangun besok paginya, kelamin saya sakit, ngilu pas mau jalan. Kata teman yang satunya lagi, saya semalam habis 'dipakai' ramai-ramai. Saya langsung nangis," ujar ESR.

Tak hanya hari itu, kata ESR, tindak perkosaan tersebut juga terjadi pada malam selanjutnya. Pelaku yang memerkosa ESR, adalah IM dan rekan-rekan IM lainnya yang ditemuinya di tempat nongkrong sebelumnya. ESR yang telah berontak mengaku sampai kehabisan tenaga hingga akhirnya dibuat tak berdaya oleh pelaku.

ESR mengaku telah memaksa untuk pulang, tetapi para pelaku tetap menahannya agar ia tidak pulang. Berbagai alasan, mulai dari tidak ada motor untuk mengantarnya hingga waktu yang memasuki malam, menjadi alasan mereka untuk menahan ESR pulang ke rumahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hari ketiga di kontrakan tersebut, perasaan ESR semakin gelisah. Dia mengaku tak tahan lagi ingin pulang ke rumahnya, meski di sisi lain ESR juga mengaku takut untuk pulang ke rumah lantaran bingung akan menjelaskan alasan apa ke ibunya.

"Akhirnya saya ketemu sama teman saya di dekat kontrakan. Dia bilang Emak nyariin saya. Akhirnya, saya bisa pulang karena pelaku enggak enak saya dicariin sama ibu saya," ujar ERS.

Setelah sampai ke rumahnya, sambil menangis dia menceritakan peristiwa tersebut kepada sang ibu. Korban dan ibunya pun melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kantor Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur pada tanggal 6 Maret 2013. ESR berharap, pelaku segera ditangkap dan dihukum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.