Kompas.com - 08/04/2013, 14:42 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menolak disalahkan karena menentukan upah minimum provinsi DKI sebesar Rp 2,2 juta. Baginya, penetapan upah itu telah melewati pembahasan panjang dan dirinya hanya sebatas menyetujui rekomendasi yang diajukan.

Pria yang akrab disapa Jokowi itu menjelaskan, sebelum dirinya menandatangani surat penetapan UMP pada November 2012 lalu, semua pihak, serikat pekerja dan perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) telah duduk bersama menentukan nilai UMP. Jokowi mengaku hanya menyetujui hasil dari pertemuan itu.

"Jangan keliru, Gubernur itu hanya tanda tangan, yang menetapkan mereka sendiri. Mereka berbicara, menentukan, setelah disetujui baru masuk ke meja saya dan saya tanda tangan," kata Jokowi seusai menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) IX Apindo di ballroom Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Senin (8/4/2013).

Sebelumnya, gara-gara menaikkan UMP, Joko Widodo disindir Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi. Sindiran itu dilontarkan dalam Munas IX Apindo yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sindiran itu dilayangkan saat Sofjan Wanandi menyampaikan sambutannya dalam acara tersebut. Menurut dia, kebijakan menaikkan UMP hingga Rp 2,2 juta menyusahkan pengusaha.

"Gara-gara Pak Jokowi ini kami semua jadi pusing," kata Sofjan disambut tepuk riuh peserta musyawarah di ballroom Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Senin (8/4/2013).

Menanggapi sindiran itu, Jokowi menjawabnya dengan santai. Baginya, Apindo tak berhak menolak UMP yang telah ditetapkan bersama. Kalaupun ada perusahaan yang mengaku tak mampu, perusahaan itu berhak mengajukan penangguhan penetapan UMP dan akan diverifikasi oleh tim dari dinas tenaga kerja dan transmigrasi.

"Bagaimana logikanya, sudah menyetujui di dalam ruangan, kok menolak? Tetap harus dicek, apakah keuangannya memang enggak mampu atau seperti apa," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berita terkait, baca :

UPAH BURUH DKI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.