Obat Kedaluwarsa Dijual Bebas di Kawasan Biak

Kompas.com - 09/04/2013, 09:29 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Keberadaan peredaran obat di Jalan Biak, Cideng, Jakarta Pusat, sudah sering kali ditertibkan. Namun, para penjual obat-obatan yang kerap disalahgunakan ini tetap saja masih dapat berjualan dengan bebas. Tidak banyak yang tahu, obat-obatan yang dijual di Jalan Biak tersebut merupakan obat yang sudah melewati batas kedaluwarsa.

Menurut Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Lucky S Slamet, pihaknya sudah meneliti obat-obatan yang diperjualbelikan secara bebas di Jalan Biak ini. Dan hasilnya, obat tersebut sudah kedaluwarsa.

"Kami sudah pernah mengambil sampel obat di Jalan Biak, ketika diteliti, obat yang dijual di sana sudah kedaluwarsa," ujarnya, kemarin.

Lucky mengatakan, peredaran obat yang sudah melewati masa kedaluwarsa tersebut memang tidak boleh dan sangat dilarang. Selain itu, peredaran obat palsu yang kerap kali ditemukan itu berasal dari Jalan Biak. Untuk mencegah peredaran obat-obatan yang sering disalahgunakan ini, pihak BPOM akan langsung meninjau ke lapangan dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian.

"Kami juga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menertibkan para pedagang yang sangat meresahkan. Dan, kami imbau kepada masyarakat, jika menemukan adanya obat palsu bisa melaporkan ke BPOM," kata Lucky.

Kapolsek Metro Gambir Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan mengatakan, kepolisian sudah sering kali menertibkan para pedagang yang kerap kali menjajakan obat-obatan terlarang di kawasan Jalan Biak, bahkan pihaknya sudah berhasil menangkap lima orang guna menjalani proses hukum.

"Sebulan lalu sudah kami tertibkan gerobak-gerobak yang jual obat. Dan kami sudah amankan para pelaku," katanya saat dihubungi, Selasa (9/4/2013).

Dari pengamatan Kompas.com, sebelum ditertibkan, di sepanjang Jalan Biak terdapat sekitar 25 pedagang yang menjual obat-obatan kedaluwarsa ini dengan menggunakan gerobak yang terletak di bahu jalan. Mereka mulai berjualan sekitar pukul 17.00 sampai 00.00. Karena obat-obatan tersebut sering disalahgunakan, polisi sudah menertibkan gerobak-gerobak serta beberapa pedagangnya.

Hingga saat ini gerobak-gerobak tersebut sudah tidak lagi ada. Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti pedagang sudah tidak dapat berdagang lagi. Para pedagang masih dapat berjualan dengan bebas di depan salah satu minimarket yang berada di kawasan tersebut.

Harga obat-obatan yang dijual di Jalan Biak tergolong lebih mahal dari harga yang dijual di apotek. Untuk harga obat yang dijual di Jalan Biak berkisar antara Rp 80.000 hingga Rp 200.000 untuk satu stripnya, tergantung dari jenis obatnya. Padahal, di balik kemasan obat itu sudah tertera harga, yakni berkisar antara Rp 15.000 sampai Rp 48.000.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Remas Payudara Dua Perempuan, Seorang Pemuda di Depok Ditangkap Warga

Remas Payudara Dua Perempuan, Seorang Pemuda di Depok Ditangkap Warga

Megapolitan
Lurah Cakung Timur Pastikan Libur Panjang Tak Hentikan Proses Normalisasi Kali Rawa Rengas

Lurah Cakung Timur Pastikan Libur Panjang Tak Hentikan Proses Normalisasi Kali Rawa Rengas

Megapolitan
Contraflow di Tol Japek Diperpanjangan hingga KM 65 Arah Cikampek

Contraflow di Tol Japek Diperpanjangan hingga KM 65 Arah Cikampek

Megapolitan
Pasien RSUD Tarakan Tewas Bunuh Diri, Petugas Damkar Gagal Menyelamatkan

Pasien RSUD Tarakan Tewas Bunuh Diri, Petugas Damkar Gagal Menyelamatkan

Megapolitan
Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

Megapolitan
Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Megapolitan
Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Megapolitan
Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

Megapolitan
Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

Megapolitan
Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

Megapolitan
Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

Megapolitan
Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RSUD Tarakan

Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RSUD Tarakan

Megapolitan
Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

Megapolitan
Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

Megapolitan
PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X