Syarat KTP DKI 3 Tahun juga Berlaku untuk KJP dan PKL

Kompas.com - 10/04/2013, 19:30 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengeluarkan aturan baru penggunaan Kartu Jakarta Sehat (KJS) maupun program lain, khususnya bagi program yang menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai persyaratannya. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, bagi warga baru bisa menggunakan KJS ataupun Kartu Jakarta Pintar (KJP) jika KTP-nya berusia minimal tiga tahun.

"Kita sedang siapkan peraturan. Nanti penduduk yang KTP asli belum tiga tahun, tidak bisa mendapatkan KJS, KJP, rumah susun, maupun PKL. Di Solo itu pernah dilakukan oleh Pak Jokowi dan jadi lebih jelas kan," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (10/4/2013).

Hal tersebut dilakukan terkait penemuan Dinas Kesehatan DKI atas indikasi 16 KTP palsu dari pasien pemegang KJS beberapa waktu lalu. Menanggapi hal itu, Basuki membenarkan kecurigaan DKI terhadap penggunaan beberapa KTP palsu guna memperoleh pelayanan KJS. Basuki mencurigai indikasi KTP palsu itu dengan penempelan foto dan disahkan di kelurahan. Namun, warga itu tidak memiliki kartu keluarga (KK).

Pemprov DKI juga akan menginstruksikan tiap puskesmas untuk mengecek terlebih dahulu keaslian KTP pasien yang mendaftar KJS di kecamatan dan kelurahan masing-masing. Pengecekan KTP elektronik ini juga dilakukan dengan menggunakan scanner khusus. Dinas Kesehatan berencana menyediakan alat pemindai KTP elektronik itu di setiap puskesmas. Alat ini akan membaca hologram pada KTP untuk membuktikan apakah KTP itu asli atau tidak.

"Kalau memang ketahuan palsu, maka puskesmas akan telepon polisi untuk ambil tindakan pidana. Pasti orang mulai takut karena dipidana. Jakarta kalau enggak kayak gitu, susah," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan, apabila mendapati adanya KTP palsu, maka puskesmas atau RS harus segera melaporkannya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta. "Setelah menerima laporan dari puskesmas atau RS, Dinas Dukcapil DKI yang akan mengecek kembali nomor KTP tersebut. Jika tidak sesuai, maka dinas tersebut akan melaporkannya kepada pihak berwajib untuk segera ditindak," kata Dien.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

    Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

    Megapolitan
    Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

    Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

    Megapolitan
    Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

    Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

    Megapolitan
    UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

    UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

    Megapolitan
    Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

    Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

    Megapolitan
    Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

    Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

    Megapolitan
    Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

    Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

    Megapolitan
    Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

    Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

    Megapolitan
    Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

    Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

    Megapolitan
    Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

    Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

    Megapolitan
    Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

    Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

    Megapolitan
    Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

    Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

    Megapolitan
    Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

    Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

    Megapolitan
    Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

    Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

    Megapolitan
    Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

    Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X