Massa Muhamadiyah Shalat Jumat di Depan DPR

Kompas.com - 12/04/2013, 12:33 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa Muhammadiyah melaksanakan shalat Jumat berjamaah di depan Gedung DPR/MPR RI. Usai shalat Jumat, mereka akan melakukan unjuk rasa menolak pengesahan RUU Ormas.

Pantauan Kompas.com, sekitar 2.000 orang melaksanakan shalat Jumat di depan gedung DPR/MPR RI. Kegiatan ini mengganggu lalu lintas di depan Gedung DPR/MPR. Kemacetan mengular sampai Jembatan Semanggi.

"Muhammadiyah tetap melaksanakan aksi demonstrasi ini untuk menolak RUU Ormas," kata Auliya Khasanova, Koordinator lapangan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/4/2013).

Auliya mengatakan, massa yang akan dikumpulkan sebanyak 10.000 orang. Sebelumnya, demonstrasi juga akan digabung dengan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun, ketua HTI membatalkan aksi ini karena tidak ada persidangan di gedung DPR/MPR RI.

Walaupun HTI membatalkan aksi, Muhammadiyah tetap akan menggelar demo untu menuntut penolakan RUU Ormas. Massa akan bertambah usai shalat Jumat sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat ini, sebagian pengunjuk rasa masih dalam perjalanan menuju gedung DPR/MPR. Menurutnya, aksi ini bukan menuntut penundaan pengesahan RUU Ormas, akan tetapi menolak pengesahan tersebut dilakukan. RUU ini dianggap tidak sesuai dengan empat pilar bangsa dan mendustai kebijakan reformasi.

Baca tentang


    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

    Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

    Megapolitan
    DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

    DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

    Megapolitan
    KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

    KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

    Megapolitan
    Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

    Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

    Megapolitan
    Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

    Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

    Megapolitan
    Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

    Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

    Megapolitan
    Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

    Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

    Megapolitan
    Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

    Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

    Megapolitan
    Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

    Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

    Megapolitan
    Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

    Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

    Megapolitan
    Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

    Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

    Megapolitan
    Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

    Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

    Megapolitan
    UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

    UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

    Megapolitan
    Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

    Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

    Megapolitan
    Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

    Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X