Panjat Gerbang DPR, Mahasiswa Ditangkap

Kompas.com - 12/04/2013, 13:41 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi menolak RUU Ormas di depan Gedung DPR semakin panas. Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam kelompok IMM sengaja memanjat dan melompat gerbang Gedung DPR/MPR.

Petugas keamanan Gedung DPR pun langsung menangkap beberapa mahasiswa tersebut. Beberapa demonstran yang berada di luar gedung sempat terpancing emosi dan meminta teman-temannya dikeluarkan dari dalam gedung.

Sebelum terjadi tindakan anarkis, koordinator lapangan memperingatkan supaya pendemo tidak terpancing oleh provokator. Mereka pun menyanyikan mars Muhammadiyah untuk meredam emosi pendemo dan tidak terjadi tindakan anarkis.

Di depan Gedung DPR itu pula bertemu massa yang menolak maupun mendukung RUU Ormas. Massa yang menolak RUU Ormas mencopoti spanduk Koalisi mahasiswa dan Masyarakat Nasional (KOMNAS) yang bertuliskan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan antek-antek penolak RUU Ormas.

"Pemasang spanduk itu adalah orang-orang yang dibayar oleh pemerintah. Mereka mendukung pemerintah. Tapi kita harus terus menjalankan perjuangan kita," kata Mohamad Naufal Dunggio, salah satu kordinator aksi demo di Senayan, Jumat (12/4/2013).

Pantauan Kompas.com, terdapat tiga spanduk yang terpajang di sisi jalan tepat di gerbang gedung DPR/MPR. Spanduk tersebut dicopot oleh beberapa orang demonstran dan diinjak-injak. Kemudian spanduk tersebut diletakkan di atas keranda buatan di depan para pendemo.

 

Demontrasi hari ini dilakukan oleh kelompok Muhammadiyah, IMM, maupun pelajaran dari sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasus Baru Covid-19 di Depok Bertambah 34 Kemarin

    Kasus Baru Covid-19 di Depok Bertambah 34 Kemarin

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah, Depok dan Bogor Berpeluang Hujan

    Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah, Depok dan Bogor Berpeluang Hujan

    Megapolitan
    49 RW di Kota Bekasi Ada di Zona Merah Covid-19,  Paling Tinggi di Bekasi Utara dan Timur

    49 RW di Kota Bekasi Ada di Zona Merah Covid-19, Paling Tinggi di Bekasi Utara dan Timur

    Megapolitan
    Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

    Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

    Megapolitan
    Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

    Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

    Megapolitan
    Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

    Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

    Megapolitan
    Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

    Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

    Megapolitan
    Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

    Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

    Megapolitan
    Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

    Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

    Megapolitan
    Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

    Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

    Megapolitan
    Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

    Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

    Megapolitan
    Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

    Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

    Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

    Megapolitan
    Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

    Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

    Megapolitan
    Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

    Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X