Muhammadiyah: RUU Ormas Tidak Penting

Kompas.com - 12/04/2013, 15:22 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi massa Muhammadiyah menganggap Rancangan Undang-Undang Organisasi Massa tidak telalu penting untuk dirancang. Pasalnya, masih banyak rancangan undang-undang lain seperti RUU Migas dan RUU Air yang lebih penting untuk dirancang.

"RUU Ormas tidak urgent (penting). Enggak ada manfaatnya buat RUU ini. Kalau sampai disahkan, pemerintah akan bertindak semaunya terhadap ormas," kata Mohamad Naufal Dunggio, koordinator lapangan di depan Gedung MPR/DPR, Jumat (12/4/2013).

Dia mengatakan, sebenarnya dewan rakyat masih memiliki banyak rancangan yang harus segera digarap dan disahkan. Dia mencontohkan RUU Air yang saat ini dikuasai oleh perusahaan asing belum juga dirancang oleh anggota DPR. Belum lagi RUU Migas dan RUU Pertambangan yang harus memiliki undang-undang secepatnya.

Selain itu, kata Naufal, jika RUU Ormas akan terus dilanjutkan bulan Mei mendatang, pihaknya akan melakukan aksi demonstrasi lebih besar lagi dibanding hari ini. "DPR mendengar kami akan demo. Mereka coba untuk lakukan penundaan. Tapi bulan Mei dibahas lagi. Kalau Mei masih terus disahkan, kami datang lebih banyak lagi," katanya.


Pada aksi kali ini, kata Nauval, pihaknya mengestimasi 10.000 orang yang akan mendatangi Gedung DPR. Namun, ormas dari HTI membatalkan untuk berunjukrasa hari ini karena tak ada sidang paripurna. Sehingga massa yang datang kurang dari 10.000 orang. Menurut dia, jika RUU Ormas ini disahkan, akan timbul benih-benih korupsi baru. Setiap organisasi harus melaporkan kepada pemerintah berjenjang mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, dan seterusnya untuk bisa mendirikan ormas.

"Kalau membangun ormas melalui pemerintahan berjenjang seperti itu, berapa duit yang nantinya harus disetorkan kepada mereka," katanya.

Sebelumnya, beberapa organisasi massa berbasis Islam menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPR, Jumat (12/4/2013). Demontrasi tersebut dilakukan oleh kelompok Muhammadiyah, IMM, maupun pelajar dari sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Pasal 61 RUU Ormas mengatur tentang larangan bagi ormas untuk mengembangkan paham atau pemikiran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Penjelasan pasal tersebut dalam rumusan awal, ujar Ismail, menderetkan beragam paham itu mulai dari komunisme, ateisme, marxisme, kapitalisme, liberalisme, dan sosialisme.

Berita terkait, baca :

KONTROVERSI RUU ORMAS

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ivan Gunawan Akui Gunakan Jasa Pembuatan Lipatan Kelopak Mata Ilegal pada 2016

    Ivan Gunawan Akui Gunakan Jasa Pembuatan Lipatan Kelopak Mata Ilegal pada 2016

    Megapolitan
    Jelang Akhir Tahun, Penjual Pernak-pernik di Asemka Sulap Toko Bertema Natal

    Jelang Akhir Tahun, Penjual Pernak-pernik di Asemka Sulap Toko Bertema Natal

    Megapolitan
    Politikus PSI: Buka Anggaran dalam Rapat Diprotes, di Luar Juga, Harus Buka di Mana Lagi?

    Politikus PSI: Buka Anggaran dalam Rapat Diprotes, di Luar Juga, Harus Buka di Mana Lagi?

    Megapolitan
    Polres Metro Jakarta Utara Periksa Artis Ivan Gunawan Terkait Kasus Salon Kecantikan Ilegal di PIK

    Polres Metro Jakarta Utara Periksa Artis Ivan Gunawan Terkait Kasus Salon Kecantikan Ilegal di PIK

    Megapolitan
    Petugas Dishub Kewalahan Adang Pengendara yang Terobos Putaran Flyover Dr Satrio

    Petugas Dishub Kewalahan Adang Pengendara yang Terobos Putaran Flyover Dr Satrio

    Megapolitan
    Lindungi DJ Nathalie yang Digoda, Asisten Dianiaya Mantan Suami Artis Dina Lorenza

    Lindungi DJ Nathalie yang Digoda, Asisten Dianiaya Mantan Suami Artis Dina Lorenza

    Megapolitan
    Pembatas Putaran 'U-Turn' Jalan Dr Satrio Dibongkar Paksa oleh Warga

    Pembatas Putaran "U-Turn" Jalan Dr Satrio Dibongkar Paksa oleh Warga

    Megapolitan
    Setelah Viral di Medsos, PKL yang Halangi Mobil Damkar di Tanah Abang Ditertibkan

    Setelah Viral di Medsos, PKL yang Halangi Mobil Damkar di Tanah Abang Ditertibkan

    Megapolitan
    Taman Benyamin Sueb Direvitalisasi, Ruang Terbuka untuk Seniman Diperluas

    Taman Benyamin Sueb Direvitalisasi, Ruang Terbuka untuk Seniman Diperluas

    Megapolitan
    Tuding Politikus PSI Bocorkan Materi Rapat, Ini Sepak Terjang Politikus PDI-P Cinta Mega

    Tuding Politikus PSI Bocorkan Materi Rapat, Ini Sepak Terjang Politikus PDI-P Cinta Mega

    Megapolitan
    Setelah 5 Jam Mencari, Petugas Damkar Gagal Tangkap Ular Kobra yang Resahkan Warga Ciracas

    Setelah 5 Jam Mencari, Petugas Damkar Gagal Tangkap Ular Kobra yang Resahkan Warga Ciracas

    Megapolitan
    Orang dengan Masalah Kejiwaan Berontak Saat Diamankan, Uang Jutaan Rupiah yang Dibawa Berserakan di Jalan

    Orang dengan Masalah Kejiwaan Berontak Saat Diamankan, Uang Jutaan Rupiah yang Dibawa Berserakan di Jalan

    Megapolitan
    Dituduh Beberkan Anggaran Komputer Rp 128 Miliar, Siapa Anggota DPRD Anthony Winza Probowo?

    Dituduh Beberkan Anggaran Komputer Rp 128 Miliar, Siapa Anggota DPRD Anthony Winza Probowo?

    Megapolitan
    Politisi PSI Bantah Sebarkan Materi Rapat DPRD DKI seperti Dituding Kader PDI-P

    Politisi PSI Bantah Sebarkan Materi Rapat DPRD DKI seperti Dituding Kader PDI-P

    Megapolitan
    Seorang Pria Ditemukan Tewas di Underpass Senen

    Seorang Pria Ditemukan Tewas di Underpass Senen

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X